Azis Gabung PDIP, Hero Ungkap Contoh Kasus Manado, Biasanya Ada Faktor X

pengurus-dpp-demokrat
Pengurus DPP Partai Demokrat DR H E Herman Khaeron MSi merespons keputusan Nashrudin Azis mundur dari Partai Demokrat dan gabung PDIP. Foto: Dok Radar Cirebon.
0 Komentar

CIREBON, RADARCIREBON.ID- Pengurus DPP Partai Demokrat DR H E Herman Khaeron MSi merespons keputusan Nashrudin Azis gabung PDIP.

Pertama, pria yang akrab disapa Hero itu menilai kepindahan Nashrudin Azis dari Partai Demokrat dan gabung PDIP menjelang masa akhir jabatannya adalah sesuatu yang biasa.

Partai Demokrat, kata Hero, sudah pernah merasakan kader-kadernya yang mendekati masa akhir jabatan memilih pindah ke partai lain.

Baca Juga:Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini, Rabu 11 Januari 2023, Tersebar di 2 LokasiPersib vs Persija, Ini Posisi Pangeran Biru dan Macan Kemayoran di Klasemen Sementara Liga 1 2022/2023

Anggota DPR RI Dapil Cirebon-Indramayu ini mencontohkan seperti di Manado, di mana kepala daerah yang awalnya kader Partai Demokrat, tapi di akhir masa jabatannya justru pindah ke partai lain.

Dan kini di Kota Cirebon, kata Hero, dilakukan Walikota Cirebon Nashrudin Azis.

“Hal yang biasa, Dan Mas Azis memilih pilihan itu di akhir masa jabatannya,” ujar Hero kepada Radar Cirebon, Selasa 10 Januari 2023.

Hero pun mempersilakan publik menilai langkah politik yang dilakukan Azis yang pindah ke PDIP di akhir masa jabatannya.

“Biarkan publik yang menilai. Pindah parpol di akhir masa jabatan biasanya ada faktor X,” terang Hero.

Bagi Kabid BPOKK DPP Partai Demokrat ini, walaupun pindah partai, suara Partai Demokrat Kota Cirebon akan naik hingga 15 persen.

“Sekarang suara partai Demokrat kota Cirebon 13 persen, pemilu 2024 naik menjadi 15 persen,” tegas Herman Khaeron.

Baca Juga:Ceres SwastaTahun Politik 2023, Walikota Cirebon Nashrudin Azis: Hangat Boleh, tapi…  

Kepastian Azis gabung PDIP sendiri terkuak pada Selasa 10 Januari 2023. Azis dalam keterangan resminya mengatakan bahwa ia masuk PDIP murni pilihan politik karena pertimbangan yang matang dan atas panggilan hati.

“Setelah saya pelajari, saya mantap untuk memutuskan bergabung dengan PDI Perjuangan. Ini adalah pilihan politik saya dalam rangka pengabdian diri kepada bangsa dan negara melalui PDI Perjuangan,” katanya.

Terkait apakah akan mencalonkan diri di Pileg atau lainnya pada 2024, Azis mengatakan ia menghormati keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan. “Yang jelas, saya ingin memberi kontribusi yang maksimal bagi PDI Perjuangan,” tegasnya.

0 Komentar