Dalam 11 Hari Terjadi 34 Kali Bencana di Kuningan

RADARCIREBON.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mencatat dalam kurun waktu 11 hari di awal tahun 2023 ini sudah ada 34 kejadian kebencanaan yang melanda 29 desa dan 2 kelurahan di Kabupaten Kuningan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu menyebutkan, kejadian bencana di Kuningan tersebut tersebar di 15 kecamatan dengan dominasi  bencana tanah longsor sebanyak 28 kejadian.

Selain longsor, beberapa bencana di Kuningan lainnya yaitu kebakaran rumah, rumah ambruk, pergerakan tanah, angin kencang hingga orang hilang.

“Tercatat, ada satu rumah terdampak dengan kondisi rusak berat. Kemudian terdapat 3 rumah rusak sedang, 1 rumah rusak ringan, dan 43 rumah milik warga terancam. Sedangkan sarana dan prasarana yang terdampak di antaranya 31 titik ruas jalan, 23 titik tembok penahan tebing, 2 unit sarana ibadah hingga area persawahan warga, ” ungkap Indra.

BACA JUGA: Makan Murah di Kuningan Serba Rp10.000 Lengkap Dengan Lauknya

Atas hal tersebut, Indra mengimbau agar masyarakat senantiasa siap siaga terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang diprediksikan masih terjadi di awal tahun ini.

“Berdasarkan prakiraan BMKG, prakiraan puncak musim hujan terjadi antara Desember 2022 sampai Februari 2023,” ucapnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, masyarakat mesti meningkatkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan, sekaligus antisipasi dan menekan risiko bencana di musim penghujan. Sebab bencana yang rawan terjadi yakni longsor, pergerakan tanah hingga banjir.

“Jadi untuk wilayah Kuningan sendiri, memiliki potensi bencana tanah longsor atau gerakan tanah cukup tinggi di Jawa Barat. Kemudian di Kuningan juga memiliki beberapa sungai yang memungkinkan berakibat bencana banjir,” ujarnya.

Pihaknya menekankan, agar semua pihak melakukan langkah-langkah antisipasi semisal mitigasi dan kesiapsiagaan.

BACA JUGA: Pengobatan Bekam Menurut Islam, Metode Klasik Yang Semakin Diminati

“Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menggencarkan kegiatan pembersihan lingkungan, baik saluran drainase pemukiman, aliran sungai seperti bersih-bersih sungai dari sampah yang menghalangi gerak air dari hulu ke hilir,” pintanya.

“Lalu jika melihat ada retakan pada jalan, tanah maupun tebing agar segera melakukan upaya penutupan sebelum berisiko terjadi tanah longsor,” sambungnya.

Komentar