DLH Kota Cirebon Tempatkan 4 Titik Pemantau Udara Aktif untuk Mengecek Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

DLH Kota Cirebon telah memasang alat pemantau udara aktif selama 24 jam. Tahun lalu hasilnya udara Kota Cirebo
DLH Kota Cirebon telah memasang alat pemantau udara aktif selama 24 jam. Tahun lalu hasilnya udara Kota Cirebon masuk dalam kategori sedang.
0 Komentar

CIREBON, RADARCIREBON.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon telah memasang pemantau udara ambien aktif yang beroperasi selama 24 jam di empat lokasi di Kota Cirebon. 

Keempat lokasi tersebut mewakili sektor transportasi, industri, perkantoran, dan perumahan.

Udara ambien adalah udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfer yang penting untuk kesehatan makhluk hidup, termasuk manusia, serta unsur lingkungan hidup lainnya.

Sub Koordinator Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Cirebon, Minkhatul Maulah, menjelaskan bahwa Kota Cirebon memiliki 16 titik pemantau udara untuk menyerap polutan.

Baca Juga:Ada 80 Rutilahu di Desa Panjalin Lor Sumberjaya dan 4 Sudah RobohDinkop dan UKM Kabupaten Cirebon Peringati Harkopnas Ke-77, Koperasi Perlu Berevolusi dan Beradaptasi

Metode kerjanya adalah dengan menunggu selama 14 hari, kemudian sampel tersebut diperiksa di laboratorium.

“Dari 16 titik tersebut, ada 4 titik yang menggunakan metode manual atau aktif. Dengan metode ini, kami memasang alat dan menyerap udara menggunakan cairan selama 24 jam,” ujar Minkha kepada Radar Cirebon di kantor DLH, Jalan Wahidin, Rabu (17/7).

Keempat pemantau udara manual ini harus terhubung ke aliran listrik karena beroperasi terus-menerus. 

Setelah 24 jam, cairan penyerap atau absorben diambil dan dianalisis. Hasil dari pemantauan aktif ini mencakup SO2 (sulfur dioksida), NO2 (nitrogen dioksida), NOx (gas nitrogen oksida), SOx (gas sulfur oksida), dan lainnya.

Hingga saat ini, DLH belum bisa mengungkapkan hasil pemantauan tersebut karena masih dalam proses penelitian dan menunggu hasil dari lokasi lain yang pemantauannya tidak dilakukan bersamaan.

Yang pasti, kata Minkha, hasil pengukuran akan disimpulkan dalam Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas Air (IKA), dan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL). Setiap kabupaten/kota di Indonesia melakukan pengukuran tersebut.

“Dari ketiga komponen (IKU, IKA, IKTL) akan digabungkan menjadi Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Hasilnya akan memberikan gambaran umum tentang kualitas lingkungan hidup di Kota Cirebon,” ucap Minkha.

Baca Juga:Pasar Palimanan akan Segera Direvitalisasi, Dibikin 2 Lantai, Segini AnggarannyaEnsutouch Cocok untuk Wajah Asia, Skincare Malaysia dengan Teknologi Enzim Pertama di Dunia

Tahun-tahun sebelumnya, tambahnya, indeks IKLH di Kota Cirebon berada pada kategori “sedang”, dengan tingkatan: buruk, sedang, baik, dan sangat baik. (ade)

 

 

 

 

0 Komentar