Dodol Cina, Kamu Suka Makan Kue ini? Apa Faktanya

CIREBON.ID- Saya asli orang Jawa, Cirebon tetapi ketika Tahun Baru Cina atau Imlek sering mendapat kue yang biasa orang kebanyak sebut sebagai dodol Cina.

Biasanya dodol Cina ini,  saya dapat dari orang Cina yang berjualan di toko  yang ada di pasar-pasar. Mereka mereka buka toko, emas atau bahan kelontongan lainnya.

Orang keturunan Cina ini menempati rumah-rumah tua yang ada di wilayah Kecamatan Arjawinangun, dulu disebut eks Keresidenan Arjawinangun. Karena waktu itu, Eks Keresidenan Arjawinangun membawai beberapa wilayah kecamatan.

Saya saat itu tidak mengerti sama sekali dengan dodol Cina  tersebut, selain rasanya yang manis.Dan, pikir saya makanan itu juga bisa didapat setiap hari bukan pada waktu perayaan Imlek saja.

BACA JUGA : Kue Keranjang sajian Setahun Sekali Sambut Tahun Baru Imlek

Dari hasil penelusuan berbagai literatur, kalau tidak semua orang bisa mendapatkan kue tersebut. Kue ini adalah makanan penutup yang populer dimakan selama Tahun Baru Imlek.

Dodol Cina atau kue bakul, secara tradisional dibuat dari pasta tepung beras ketan, air dan gula, dikukus selama berjam-jam sampai karamel menjadi massa berwarna coklat tua.

Dodol Cina menjadi salah satu sajian wajib dalam perayaan tahun Baru Imlek. Makna kue keranjang atau dodol Cina, masuk  dalam kebudayaan Tionghoa berkaitan erat dengan keberuntungan seseorang

BACA JUGA : Pecinan Jamblang yang Kian Ditinggalkan Penduduk Asli Tionghoa

Untuk orang tua, kue keranjang melambangkan keinginan untuk panjang umur. Bagi kaum muda, mencerminkan keinginan untuk promosi dan penghasilan tinggi. Kue Keranjang mengungkapkan keinginan untuk tumbuh dewasa dengan baik. Kue keranjang merupakan harapan agar kehidupan selalu beruntung sepanjang tahun.

Makna kue keranjang saat Imlek dianggap mendatangkan sebuah keberuntungan. Tekstur kue yang lengket juga melambangkan kerekatan dalam keluarga.

Saat Tahun Baru Imlek, keluarga akan berkumpul bersama merayakannya. Kehadiran kue keranjang melambangkan agar keluarga yang merayakan Imlek dapat terus bersatu, rukun dan bertekad bulat menghadapi tahun..

Kue ini juga sarat dengan kisah sejarah dan legenda dari negeri Tiongkok. kue ini memang dikaitkan dengan beberapa legenda, di Tiongkok disebut  sebagai Nian Gao.

Komentar