Dodol Imlek Laris Manis, Para Pedagang Gembira Sambut Tahun Baru Imlek

CIREBON, RadarCirebon.id – Dodol Imlek laris manis saat perayaan Tahun Baru Imlek. Dodol Imlek banyak ditemukan di kawasan Pecinan Kota Cirebon yang meliputi Jalan Winaon, Lemahwungkuk dan Pasuketan, selalu ramai dengan aktivitas perdagangan.

Di momen tertentu, seperti Tahun Baru Imlek dan perayaan Cap Go Meh, pengunjung yang datang membeludak. Makanya, Dodol Imlek laris manis karena banyak yang beli.

Seiring dengan meredanya pandemi Covid-19, gegap gempita perayaan Tahun Baru Imlek juga dirasakan masyarakat. Dodol Imlek merupakan makanan tradisi Imlek. Banyak yang mengkonsumsinya.

Salah satu gegap gempira Tahun Baru Imlek dirasakan oleh Sufi, salah satu pedagang Dodol Imlek atau Kue Keranjang yang berjualan di Pasar Kanoman Kota Cirebon.

BACA JUGA:

Recommended! 8 Game Android Free Penghasil Uang

Menurutnya, dibandingkan dengan yang lalu, omzet penjualan Dodol Imlek tahun ini mengalami kenaikan. Hal ini tak lepas dari kembali digelarnya perayaan Imlek dan Cap Go Meh secara terbuka. Berbeda dibanding dua tahun sebelumnya.

‚ÄúDibanding dua tahun kemarin, tahun ini memang pembelinya lebih banyak,” ungkapnya kepada Radar Cirebon.

Sufi menjelaskan, Dodol Imlek yang dijualnya didatangkan langsung dari sentra Dodol Imlek di Tegal. Ada banyak varian rasa. Mulai dari vanila, cokelat, strawberi hingga pandan.

Setiap pcs Dodol Imlek, dibanderol Rp7 ribu sampai Rp9 ribu. Adapula yang dijual per kilogram. Biasanya dia banderol mulai dari Rp30 ribu.

Pandemi Covid-19 lalu, memang diakuinya telah cukup banyak memberikan dampak terhadap penjualan Dodol Imlek. Terlebih dengan tidak digelarnya festival Cap Go Meh, membuat wisatawan yang biasanya memborong Dodol Imlek berkurang drastis.

BACA JUGA:

Presiden Jokowi Bertanya: Ke Mana Anda dan Keluarga saat Cuti Hari Ini?

Di tahun ini, kemeriahan Tahun Baru Imlek dan perayaan Cap Go Meh kembali.  Hal ini diharapkan akan berdampak terhadap penjualan oleh-oleh khas Imlek tersebut.

Sejauh ini, banyak wisatawan yang datang dan menyempatkan untuk berbelanja di Pecinan. Kebanyakan berasal dari luar kota seperti Bandung, Jakarta, Semarang dan Tegal.

“Tahun lalu, yang beli kebanyakan warga lokal. Kalau sekarang, sudah mulai banyak wisatawan. Ya mudah-mudahan sampai Cap Go Meh makin banyak wisatawan yang datang dan beli Dodol Imlek,” ujarnya.

Komentar