Gandeng Investor Abu Dabi

belajar-luring
KELOMPOK BELAJAR: Guru dan siswa SD Negeri 1 Bandorasa Wetan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara luring di salah satu rumah siswa, kemarin (21/7). Foto: M Taufik/Radar Kuningan
0 Komentar

 
 
 
SUMBER – Rencana pembangunan Islamic Center Cirebon (ICC) terus dimatangkan. Kemarin, perwakilan SKPD, konsultan dan pihak-pihak terkait lainnya menggelar rapat di kantor Bupati Cirebon. Mereka membahas apa-apa saja kebutuhan yang diperlukan untuk pembangunan ICC tersebut.
Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg saat ditemui Radar usai pembahasan dengan instansi terkait mengatakan, untuk tahap awal yang harus dilakukan adalah penentuan perubahan lokasi terlebih dahulu. Karena sebelum usulan ICC dibangun di Pejambon, sudah ditetapkan di Arjawinangun –yang kini lahannya sudah dibangun kampus ITB.
“Sebelumnya kan di Arjawinangun. Kita akan ubah ketetapan itu dulu. Dan, menetapkan lokasi baru di Pejambon,” kata Imron.
Menurut Imron, secara lokasi Pejambon dianggap lebih representative karena berada di tengah wilayah Kabupaten Cirebon. Sehingga gampang diakses oleh masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Cirebon.
Selain itu lokasinya yang ada di Pejambon juga berada sangat dekat dengan pusat pemerintahan, sehingga nantinya akan menjadi kawasan terintegrasi. “Kalau di Pejambon itu pas. Lokasinya ada di tengah-tengah. Dekat dengan kantor pemda dan ada di ibukota kabupaten,” imbuhnya.
Terkait kesiapan pembiayaannya, Imron menjelaskan, pembangunan tersebut nantinya akan menggandeng investor atau pihak ketiga dari Abu Dhabi. Pembiayaan sepenuhnya akan coba dicover oleh pihak investor, sehingga nantinya Pemkab Cirebon akan menjadi penerima manfaat dari pembangunan tersebut.
“Kalau direncana awal sih ini sepenuhnya dibiayai oleh pihak ketiga. Pemkab Cirebon hanya menyediakan lahan. Informasinya pihak ketiga ini sudah menyiapkan anggaran lebih dari Rp1 triliun,” ujarnya.
Untuk kesiapan lahan, Imron mengatakan Pemkab Cirebon mempunya satu hamparan lahan di Pejambon yang luasnya hampir 15 hektare. Dari jumlah tersebut ada sekitar 2 hektare lahan yang merupakan milik warga. Sehingga diupayakan akan dibebaskan terlebih dahulu. “Yang punya warga cuma 2 haktare. Nanti kalau perlu kita bebaskan dulu,”pungkasnya. (dri) 
 

0 Komentar