Harga Tidak Stabil, Pemerintah Kota Cirebon Gelar Pasar Murah, 30 Menit Langsung Ludes

CIREBON, RadarCirebon.id – Operasi pasar murah atau OPM di Kota Cirebon berlangsung Rabu (18/1/2023). Pelaksana operasi pasar murah ini adalah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon bersama pemerintah daerah.

Operasi pasar murah juga diprakarsai  Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemkot Cirebon. Operasi pasar murah kali ini adalah yang pertama di awal tahun 2023.

Operasi pasar murah komoditas berlangsung di Vihara Pemancar Keselamatan atau Kelenteng Bun San Tong, Kota Cirebon. Hanya dalam waktu sekitar 30 menit, beberapa komoditas ludes diserbu masyarakat pada pasar murah.

Kepala KPw BI Cirebon, Hestu Wibowo menuturkan, kegiatan pasar murah komoditas digelar sebagai upaya pengendalian inflasi di Kota Cirebon.

BACA JUGA:

Kasus Cerai di Kabupaten Indramayu Masih Tinggi, Didominasi Faktor Ekonomi

Kegiatan ini dalam rangka menjaga keterjangkauan harga komoditas di masyarakat. Menjadi salah satu realisasi juga dari rekomendasi program-program TPID Kota Cirebon, yakni menggelar OPM menjelang hari besar keagamaan dan libur nasional.

“Ini juga sebagai bentuk toleransi beragama. Kami turut menggelar operasi pasar murah pada setiap hari besar keagamaan,” ungkapnya.

Jelang hari raya keagamaan, beberapa komoditas memang kerap mengalami kenaikan harga dikarenakan adanya permintaan (demand) yang meningkat. Dalam kegiatan pasar murah kali ini, sejumlah komoditas yang kerap mengalami kenaikan permintaan pun dihadirkan.

Di antaranya cabai rawit yang dibanderol dengan harga Rp40 ribu/kg dari harga pasar Rp60 ribu/kg, cabai merah besar dibanderol dengan harga Rp26 ribu/kg dari harga pasar Rp38 ribu/kg, bawang merah Rp30 ribu/kg dari harga pasar Rp33 ribu/kg.

BACA JUGA:

Cara Pinjam Uang di Dana, Mudah Tanpa Ribet

Ada juga beras medium Rp9 ribu/kg dari harga pasar Rp12 ribu/kg, beras premium dibanderol dengan harga Rp12 ribu/kg dari harga pasar Rp13.500/kg, dan telur yang dibanderol Rp24 ribu/kg atau Rp22 ribu/kg dengan pembayaran menggunakan QRIS dari harga pasar saat ini Rp27.500/kg.

“Dalam pasar murah kali ini, stok tidak terbatas, kecuali telur yang dibatasi 100 kg saja dengan subsidi dari TPID dan bjb,” terangnya.

Komentar