Harga Tomat Terjun Bebas, Rp2 Ribu per Kilogram

harga-tomat
Harga tomat di pasaran turun drastis akibat panen raya di sejumlah daerah penghasil tomat. Foto: Kholil Ibrahim/Radarcirebon.id
0 Komentar

INDRAMAYU, RADARCIREBON.ID -Harga tomat terjun bebas. Di pasar tradisional Kabupaten Indramayu harga tomat hanya Rp2000 per kilogram (kg).

Harga tomat yang terjun bebas ini terjadi akibat panen raya di sejumlah daerah. Dampaknya, stok tomat melimpah ruah, harga pun menjadi murah.

Mita, salah seorang pedagang di Pasar Induk Sayuran Patrol mengatakan, penurunan harga tomat mulai terjadi sejak seminggu lalu.

Baca Juga:Bikin Adminduk Langsung Jadi, Disdukcapil Indramayu Buka Layanan MobileHarga Beras Naik Terus, Bulan Ramadan Diprediksi Turun

Semula harganya masih di kisaran Rp5000/kg. Lantas mulai akhir pekan ini, harganya menukik tajam di kisaran Rp2000 sekilo.

“Sudah sejak sepekan terakhir ini anjlok. Yang sebelumnya Rp5 ribu, sekarang turun drastis. Satu kilogram hanya Rp2000,” sebut Mita, Minggu (5/2/2023).

Diakui Mita, harga tomat sempat tembus Rp10 ribu sampai Rp15 ribu/kilogram karena daerah sentra penghasil tomat saat itu tidak lagi menanam buah yang kaya kandungan air dengan sederet zat gizi penting untuk tubuh itu.

Dari informasi yang diterimanya, rendahnya harga tomat akibat panen raya di sejumlah daerah penghasil tomat, seperti Majalengka, Garut, Bandung dan juga Kabupaten Indramayu.

“Panen tomatnya pada bareng. Jawa Tengah, Jawa Timur juga. Jadi wajar kalau harga tomat kemudian anjlok karena persediaan melimpah,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, kendati harga tomat mengalami penurunan, jumlah konsumen justru mengalami penurunan. Hal ini diduga, karena mulai sepinya musim pesta hajatan.

Karena sepi, para pedagang lebih banyak duduk-duduk, bermain HP, ngobrol atau memilah-milah sayur jualannya. Sayuran yang mulai membusuk dibuang karena tidak laku.

Baca Juga:Peduli pada Warga Binaan, Bupati Nina Diganjar Penghargaan dari KemenkumhamIni Syarat Perpanjangan SKCK Secara Offline, Pas Foto Cukup 3 Lembar

Iyan, pedagang lainnya menduga, panen raya terjadi karena petani tergiur harga tomat di tahun lalu di bulan yang sama. Saat itu harga tomat meroket.

Saat itu, harga tomat mengalami kenaikan lantaran mayoritas petani di daerah sentra atau penghasil tomat jarang yang menanamnya.

0 Komentar