Imbas Gempa Garut, KA Jayakarta Berhenti Sementara di Mertapada

Kereta Api Jayakarta berhenti sementara di daerah Mertapada Kabupaten Cirebon setelah terjadi gempa di Kabupat
Kereta Api Jayakarta berhenti sementara di daerah Mertapada Kabupaten Cirebon setelah terjadi gempa di Kabupaten Garut, Sabtu malam 27 April 2024.
0 Komentar

CIREBON, RADARCIREBON.ID – Gempa dengan magnitudo 6,5 yang berpusat di Kabupaten Garut pada Sabtu malam 27 April dirasakan hingga ke wilayah sekitarnya, termasuk Cirebon. 

Ada laporan awal tentang kemungkinan kereta api yang anjlok dari bantalan rel, namun PT KAI Daop 3 Cirebon membantah hal tersebut.

“Terkait dengan gempa, perjalanan KA di wilayah Daop 3 Cirebon aman. Tidak ada insiden seperti yang dilaporkan (kereta anjlok, red),” ungkap Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Rokhmad Makin Zainul.

Baca Juga:59 Calon Paskibraka Indramayu Lolos Seleksi Tahap Pertama Petani Desa Kedungdalem Gegesik Keluhkan Kurangnya Kuota Pupuk Subsidi 

Zainul menegaskan bahwa perjalanan kereta api berjalan dengan aman dan lancar.

Meskipun ada penghentian sementara pasca-gempa, tidak ada dampak serius yang terjadi.

Setelah gempa, semua perjalanan kereta api di Daop 3 Cirebon dihentikan untuk dilakukan pemeriksaan jalur.

“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan perjalanan KA. Setelah pemeriksaan dilakukan di seluruh lintas Daop 3, perjalanan KA dinyatakan aman untuk dilanjutkan,” tambahnya.

Setelah pemeriksaan selesai dan kondisi dinyatakan aman, kereta api melanjutkan perjalanan seperti biasa.

Sementara itu, PT KAI memberikan kompensasi kepada penumpang yang mengalami keterlambatan akibat penghentian luar biasa. 

KAI memberikan kompensasi sesuai dengan ketentuan Permenhub 63 tahun 2019.

Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa dengan kekuatan 6,5 magnitudo terjadi pada pukul 23.29 WIB, Sabtu malam, 27 April, dengan pusat gempa berlokasi 8,42 LS, 107,26 bujur timur, sekitar 151 kilometer barat daya Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Baca Juga:Masyarakat Kurang Mampu yang Butuh Layanan Hukum Bisa Datang PBH Peradi MajalengkaObyek Wisata Cikuya Belawa akan Dikembangkan Menjadi Lebih Menarik, Ini Targetnya 

Meskipun gempa memiliki kekuatan hingga 6,5 magnitudo, BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami.

Beberapa warga juga merasakan guncangan gempa di wilayah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Kuningan.

“Gempa di Indramayu, di Bangodua kerasa sekali,” ujar Surya Reynaldi.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh seorang warga di Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, bernama Istiqomah. “Ya, saya merasakannya di Kejaksan,” katanya. (ade)

 

 

0 Komentar