Inilah Beberapa Tempat Destinasi Wisata Ziarah di Kota Tegal Yang Patut Di Kunjungi

WISATA RELIGI DI KOTA TEGAL YANG KEREN
WISATA RELIGI DI KOTA TEGAL YANG KEREN
0 Komentar

Ketika di nobatkan secara resmi pada tahun 1646, gelarnya menjadi Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Agung. Berkunjung ke areal pemakaman ini tidak seperti sedang berkunjung ke pemakaman. Karena areal ini terlihat rapih dan bersih, bahkan jauh dari kata seram. Dari luar, bangunan ini dikelilingi oleh tembok bata dengan luas sekitar 1,1 Ha.

3 . Makam Pangeran Purbaya

Komplek pemakaman ini di bagi menjadi beberapa area, area terluar merupakan pemakaman umum warga sekitar dan area dalam merupakan pemakaman sanak famili atau keturunan Pangeran Purbaya atau Ki Gede Sebayu. Untuk makam Purbaya sendiri tertutup oleh bangunan khusus.

Bangunanya tidak terlalu tinggi sehingga jika kita masuk harus menundukkan kepala. Sama seperti makam-makam Ki Gede Sebayu dan Raden Mas Hanggawana, makam Pangeran Purbaya juga tertutup rapat. Kiprah Purbaya atau dalam sejarah di sebut juga dengan Tumenggung Tegal ini sangat penting dalam Mataram, selain sebagai juru runding dan pemimpin pasukan bersama Tumenggung Bahureksa. Pada masa Tumenggung Tegal inipula armada-armada laut Tegal mulai di kerahkan.

4.  Makam Ki Gede Sebayu

Baca Juga:Manfaat Buah Bit, Si Umbi Merah bagi yang Kurang Darah Cocok Buat Kamu Yang Sering LemasInilah Jembatan Gantung Terpanjang Se-indonesia Pasti Kalian Akan Meringis Melihatnya

Ki Gede Sebayu dimakamkan di Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Sekitar 100 meter ke utara dari lokasi Bendungan dan Jembatan Gantung Danawarih. Komplek makam ini dikelilingi tembok putih yang cukup luas. Sedangkan makamnya sendiri berada di tengah-tengah komplek bangunan tersebut. Makamnya dibuat dengan model atap joglo dan dikelilingi tembok kaca ddengan ditutupi dengan tirai putih. Makam Ki Gede Sebayu selalu ramai didatangi peziarah ketika menjelang hari jadi Kabupaten dan Kota Tegal seperti Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakilnya, Kepala Dinas, SKPD, sesepuh, dan warga Tegal.

5 . Makam Al Hadad

Makam Al Hadad atau Muhammad bin Thohir al-Haddad lahir di kota Geidun, Hadramaut, Yaman pada tahun 1838 M yang kemudian hijrah ke Indonesia. Abdullah bin Hasan bin Husein al-Haddad, cicit atau generasi ke 3 dari Habib Muhammad bin Thohir menceritakan bahwa buyutnya yakni Habib Thohir merupakan ulama tersohor dari Yaman yang kerap melakukan Syiar Islam di India, Pakistan dan negara-negara Arab.

0 Komentar