Irigasi Terputus Terkena Longsor, Petani Terancam Gagal Tanam

Longsor tebing Sungai Cimanis memutus saluran irigasi sehingga menyulitkan petani di Desa Beringin untuk menan
Longsor tebing Sungai Cimanis memutus saluran irigasi sehingga menyulitkan petani di Desa Beringin untuk menanam padi, kemarin. 
0 Komentar

CIREBON, RADARCIREBON.ID-Petani di Desa Beringin Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon terancam tidak bisa melakukan penanaman padi di musim kemarau. Pasalnya, saluran irigasi yang jadi andalan mereka terputus akibat tertutup material longsoran tebing Sungai Cimanis.       

Salah seorang petani, Tarman mengatakan, para petani di Desa Beringin dan sekitarnya, mengalami kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan air bagi lahan persawahannya. 

Kondisi itu, kata Tarman, akibat saluran irigasi yang ada tidak bisa dipergunakan lagi karena terputus dan tersumbat material tanah dari longsoran Sungai Cimanis.

Baca Juga:Dengan Adanya KRIS, Rawat Inap Kelas 3 Maksimal 4 Bed, RSD Gunung Jati Menjadi Pilot ProjectBalaikota Cirebon Bakal Open House Selama Sepekan, Ada Apa?

“Saluran irigasi yang ada sudah dua kali terputus. Di awal, terputusnya saluran irigasi dikarenakan terkikis tebing Sungai Cimanis yang longsor, sementara saluran yang belum lama ini dibangun menggunakan pipa, kembali terputus dan tertimbun tanah,” ungkap Tarman.

“Jadi sekitar 100 hektare lahan pertanian terancam tidak mendapatkan pasokan air, karena saluran irigasi semuanya terputus, bahkan pipa saluran yang ada terdampar di tengah sawah,” lanjutnya.

Selama ini, kata Tarman, para petani di Desa Beringin bisa melakukan dua kali musim tanam. Namun, semenjak saluran irigasi terputus para petani hanya bisa melakukan tanam padi satu kali. “Biasanya bisa tanam dua kali, sekarang kami gak berani untuk tanam padi di musim tanam kedua, karena tidak ada suplai air,” ujarnya. 

Sementara itu, Kuwu Desa Beringin Agung Gunawan mengatakan, dengan terputusnya saluran irigasi di desanya mengakibatkan kebutuhan air bagi lahan pertanian tidak dapat terpenuhi.  Sehingga, para petani tidak bisa menggarap lahan persawahannya, khususnya pagi di musim tanam kedua ini.

Pihaknya sudah berkomunikasi dengan PSDA terkait permasalahan terputusnya saluran irigasi di desanya. 

“Kami berharap kepada dinas terkait dalam hal ini PSDA untuk dapat melakukan perbaikan, sehingga para petani di Desa Beringin dan sekitarnya tidak mengali kesulitan air bagi lahan pertaniannya,” ujarnya. (den)

 

 

 

0 Komentar