KPU Kabupaten Cirebon Umumkan 200 Anggota PPK yang akan Bertugas pada Pilkada 2024

Komisioner KPU Kabupaten Cirebon saat menyeleksi calon anggota PPK untuk Pilkada 2024, beberapa waktu lalu. 
Komisioner KPU Kabupaten Cirebon saat menyeleksi calon anggota PPK untuk Pilkada 2024, beberapa waktu lalu. 
0 Komentar

CIREBON, RADARCIREBON.ID-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon mengumumkan anggota Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) yang akan bertugas pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Anggota PPK terpilih sendiri tertuang dalam pengumuman KPU nomor 706/PP.04.2-Pu/3209/2024.

Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Kurnia Puspawati melalui Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM), Masyhuri Abdul Wahid mengatakan, anggota PPK terpilih itu, akan dilantik pada 16 Mei 2024.

“Alhamdulillah, kami dari KPU Kabupaten Cirebon telah mengeluarkan pengumuman hasil seleksi badan adhoc yang sudah dilakukan. Ada 200 nama yang terpilih menjadi anggota PPK se-Kabupaten Cirebon dan akan segera dilakukan pelantikan,” ujar pria yang akrab disapa Uyi tersebut kepada Radar Cirebon, Selasa 15 Mei 2024.

Baca Juga:Agak Lain, BNN Perangi Narkotika dengan Cara Ini Dari 27 Wilayah di Jabar, Ternyata Majalengka Peringkat Segini untuk Kepuasan Layanan Publik 

Terkait jumlah keterwakilan perempuan pada anggota PPK terpilih, Uyi mengungkapkan, lebih dari 30 persen.

Meski bukan keharusan terkait keterwakilan perempuan ini, pihaknya berupaya agar keterwakilan perempuan bisa maksimal pada badan adhoc. Untuk itu, angka 30 persen perempuan yang terpilih dirasa sudah sangat cukup.

“Dari 200 anggota PPK terpilih ada sekitar 30 persen itu wanita, ini berdasarkan Keputusan KPU nomor 476 tahun 2022. Meskipun nomenklatur hanya mempertimbangkan bukan kewajiban terkait keterwakilan perempuan ini,” jelasnya.

Disinggung mengenai berapa banyak PPK yang bertugas pada Pemilu 2024 dan kini kembali terpilih pada Pilkada 2024, Uyi mengatakan hampir seluruh kecamatan terdapat orang baru. Terkait berapa banyak orang baru, dirinya belum bisa memastikan angka pasti.

“Hampir seluruh kecamatan ada yang lama dan ada yang baru, ini dilakukan dalam rangka kontinuitas. Namun berapa persen yang lama dan baru, saya juga belum menghitung secara detail,” pungkasnya. (sam)

 

 

0 Komentar