Mengenal 7 Tari Tradisional Jawa Barat yang Masih Populer, Nomor 6 Tariannya Paling Dramatis!

Tari Tradisional Jawa Barat
Mengenal 7 Tari Tradisional Jawa Barat yang Masih Populer, Nomor 6 Tariannya Paling Dramatis!. foto: radarcirebon.id
0 Komentar

Tari jaipong memiliki gerakan yang khas, mulai dari bukaan, pencukan, ngala, hingga mincid. Gerakan-gerakan tersebut dibawakan dengan alunan tempo yang beragam. Tari jaipong merupakan tarian yang berirama cepat dan bersemangat.

Tiap topeng yang digunakan memiliki ciri khas dan karakteristiknya tersendiri. Penampilan tari topeng juga diiringi oleh lagu “Gonjong” dan “Sarung Ilang”.

Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga juga turut andil dalam mengembangkan tarian ini. Mereka menggunakan tarian ini sebagai media dakwah ajaran agama Islam.

Baca Juga:Waktu Terbaik Menyiram Tanaman Agar Tumbuh Subur dan Segar!Waktu yang Tepat Menanam Tanaman Agar Tumbuh Subur, Kira-kira PAGI atau SORE Hari?

6. Tari Kedok Ireng

Tarian Jawa Barat ini sarat akan gambaran kehidupan manusia. Tari Kedok Ireng berkisah tentang kehidupan manusia dari dua sisi, yaitu baik dan buruk.

Pada awal pementasan akan ada tiga orang penari yang duduk bersila di atas panggung. Beberapa saat kemudian, mereka akan membungkuk lalu berdiri seraya mengenakan topeng.

Berikutnya akan masuk tujuh penari dari sisi samping panggung. Dengan demikian, total penari Kedok Ireng akan genap berjumlah 10 orang.

Kedok Ireng diambil dari dua kata, yaitu kedong yang berarti penutup wajah, dan ireng yang berarti hitam.

7. Tari Sintren

Tarian khas Jawa Barat yang lainnya yang berasal dari Cirebon yakni Tari Sintren. Tarian ini disebut mengandung unsur magis sehingga tidak boleh untuk dibuat mainan.

Tari sintren ini biasanya dibawakan oleh seorang wanita yang mengenakan kostum khusus dan berkacamata hitam, sebelum melakukan tarian ini biasanya sang penari akan masuk ke dalam sebuah kurungan yang ditutup oleh kain.

Kesenian tari sintren pada mulanya dipentaskan pada waktu yang sunyi di saat malam bulan purnama karena kesenian tari ini berhubungan dengan roh halus yang masuk ke dalam sang penari.

0 Komentar