Nur Handiah Jaime Taguba, Pemilik Rumah Kerang Terpilih Jadi Kandidat Peraih Upakarti 2020

dri-boks istana kerang
Nur Handiah Jaime Taguba presentasi soal kerajinan kerang yang selama ini digeluti di depan juri dari Kementerian Perindustrian RI, sebagai salah satu kandidat peraih penghargaan Upakarti 2020. FOTO: IST/RADAR CIREBON
0 Komentar

Pemilik Rumah Kerang Multi Dimensi Cirebon, Nur Handiah Jaime Taguba menjadi salah satu perwakilan dari Kabupaten Cirebon, yang lolos sebagai kandidat penerima penghargaan Upakarti 2020. Dia bakal bersaing dengan kandidat lainnya pada kategori kepeloporan dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

ANDRI WIGUNA, Cirebon
PENGHARGAAN ini sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah kepada mereka yang telah berdedikasi tinggi melakukan berbagai upaya luar biasa dalam pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM).
Adalah pemilik Rumah Kerang Multi Dimensi, Nur Handiah Jaime Taguba yang Senin (26/10) kemarin datang langsung ke Kemenperin untuk memaparkan pengembangan usahanya di hadapan para petinggi Kemenperin.
Menurut Nur Handia,  setelah beberapa tahapan seleksi, pihaknya berkesempatan untuk memaparkan pengembangan bisnis kerajinan berbahan dasar kulit kerang tersebut, untuk menerima penghargaan Upakarti 2020 kategori Kepeloporan.
“Tadi kami diminta untuk presentasi tentang usaha yang kami jalankan di bawah bendera Istana Kerajinan Kerang. Kami paparkan sejak berdiri dan perkembangannya hingga saat ini,” ujarnya.
Sesuai informasi yang ia terima, ada sekitar tujuh kandidat yang bersaing untuk mendapatkan penghargaan Upakarti 2020. Unit usaha yang didirikan oleh Nur Haida tersebut pertama kali dirintis pada medio tahun 2000. Saat itu, sedang terjadi krisis moneter yang melanda dunia, tak terkecuali Indonesia.
“Tentu tidak langsung seperti sekarang. Ada proses dan tahapan yang kita lalui,” imbuhnya.
Dia mengakui, usaha yang dijalankannya bukan tanpa kendala. Untuk sampai pada titik seperti sekarang ini, dia pernah beberapa kali mengalami jatuh bangun. Di antaranya yang paling diingat adalah ditipu oleh supplier dengan dikirimi limbah dan sampah laut.
“Setiap usaha pasti ada suka dukanya. Saya pernah tertipu saat pesan ke supplier. Saat pesan kulit atau cangkang kerang, eh yang dikirim malah sampah dan limbah laut,” bebernya.
Proses itulah yang kemudian membuat Nur Handiah menjadi lebih hati-hati dalam menjalankan usaha. Kerja kerasnya kini telah berbuah manis. Kini, Istana Kerang menjadi salah satu raja kerajinan yang setiap saat banyak dikunjungi tokoh-tokoh nasional. Dari mulai pengusaha, menteri hingga presiden.

0 Komentar