Pemudik, Tinggallah di Rumah!

Pemudik, Tinggallah di Rumah!
CEK SUHU TUBUH: Antisipasi penyebaran virus corona, setiap pegawai dan tamu Kejaksaan Agung diwajibkan melakukan pemeriksaan tes suhu badan, kemarin. Foto FIN
0 Komentar

Terkait perlengkapan medis, diakuinya sempat terjadi beberapa kendala. Namun memang bukan hanya terjadi di Kuningan saja, melainkan di daerah lain juga. “Anu susah teh barangna (yang susah itu barangnya, red). Karena harganya tidak logis. Itu aja mungkin beberapa masukan dari saya. Mudah-mudahan bisa disampaikan kepada masyarakat umum,” tuturnya.
Menurut Asep, kendala di lapangan merupakan hal yang wajar. Karena di negara maju sekalipun memang tidak ada yang siap untuk menangani virus ini. Hanya saja terdapat beberapa strategi yang telah dilakukan oleh beberapa negara yang memiliki tingkat penyelesaian sangat berbeda.
“Berkaca dari beberapa negara yang menyelesaikan kasus ini. Seperti Korea, Jepang dan di Wuhan (China) sendiri. Kerjasama pemerintah dan masyarakat sangat bagus. Kita saksikan betapa banyak di Korea Selatan para LSM atau NGO bahu-membahu memberikan penyuluhan pada masyarakat, kemudian juga berperan aktif sebagai relawan. Artinya, kasus ini merupakan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Dikatakan, terdapat beberapa hal yang mungkin berbeda jika melihat penanganan kasus ini di Italia. Karena di sana justru yang rumit adalah ketidakpatuhan masyarakat akan imbauan-imbauan yang telah ditentukan oleh pemerintah. Padahal, kata dia, tingkat intelektualitas masyarakat di negara tersebut sangat tinggi. Ia pun mengkhawatirkan itu terjadi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kuningan.
“Kalau saya berkunjung ke rumah sakit-rumah sakit di Kota Kuningan, alhamdulillah sekarang sudah mulai lengang. Tapi kalau saya tadi (kemarin) lewat sore-sore ke Ciawi, ramai. Dan ternyata memang para pemudik yang dari Jakarta. Saya pikir kondisi ini bukan hanya di Ciawi, tapi di Luragung juga ternyata begitu ramai. Entah pas tadi saya lewat atau memang waktu sore-sore memang ramai begitu. Tapi yang jelas ada beberapa dikabarkan pemudik di Jakarta itu tidak tinggal diam di rumah. Itu yang jadi masalah besar sebetulnya mah,” pungkas Asep.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kuningan dr Hj Susi Lusiyani MM mengatakan total jumlah ODP atau orang dalam pemantauan bertambah menjadi 472 orang. Ada sebanyak 332 orang proses pemantauan, dan 140 orang sudah selesai pemantauan. “Jumlah PDP juga bertambah, totalnya ada 10 orang. Sebanyak 9 orang masih proses pengawasan, dan 1 orang dinyatakan selesai,” imbuhnya.

0 Komentar