Penundaan Pengumuman PPPK Guru 2022, Ada Sisi Positifnya, Dikarenakan Hal Ini

Pengumuman-PPPK-Guru-Ditunda
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Penundaan Pengumuman PPPK Guru 2022 dikarenakan panitia seleksi nasional (Panselnas) melakukan koordinasi dan sinkronisasi dalam rangka mengoptimalisasikan pemenuhan kebutuhan PPPK.

Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana tugas (Plt.) Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Nunuk Suryani.

“Setelah melakukan seleksi ASN PPPK 2022 untuk formasi pelamar prioritas 1 (P1), pelamar prioritas 2 (P2), pelamar prioritas 3 (P3), dan P4 (pelamar umum), masih terdapat formasi kosong serta kuota yang belum terserap,” jelas Nunuk.

Baca Juga:Thailand Masters 2023 Hari Ini: 2 Ganda Putra Indonesia di SemifinalZulkifli: MinyaKita harus Dijual Rp14 Ribu Syarat Bawa KTP

Oleh karena itu, perlu diperjuangkan agar ASN PPPK yang direkrut menjadi lebih banyak jumlahnya. Nunuk melihat masih ada formasi yang tidak terlamar, sehingga kami ingin memperjuangkan formasi kosong ini, agar bisa diisi oleh pelamar yang belum mendapatkan formasi.

Dia berharap ini bisa dipahami, karena pemerintah ingin jumlah ASN PPPK yang diterima lebih banyak.

Sementara itu Dewan Pembina Forum Honorer Nonkategori Dua Indonesia (FHNK2I) Raden Sutopo Yuwono mengapresiasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang secara resmi memberikan klarifikasi soal penundaan pengumuman PPPK guru.

Dia menghormati keputusan Kemendikbudristek yang menunda pelaksanaan pengumuman PPPK guru 2022. “Ada sisi positif dari penundaan ini, apalagi masih banyak kuota yang belum terisi,” kata Sutopo dikutip dari laman jpnn, Sabtu 4 Februari 2023.

Selain itu, ujar Sutopo, masih ada masalah lainnya seperti masih ada guru prioritas satu (P1) yang salah penempatan. Cukup banyak guru P1 yang salah input data sehingga terlempar jauh dari tempat tinggalnya, padahal di sekolah induknya kekurangan guru.

P1 yang belum mendapat penempatan, karena mengajar di mata pelajaran (mapel) gemuk, contohnya, bahasa Inggris, Prakarya, dan lainnya. Guru P1 yang tidak mendapatkan penempatan ini sebanyak 65 954.

“Ada sisi positif bagi P1 yang tidak ada penempatan, karena bisa diperjuangkan untuk optimalisasi tersebut,” ujarnya. Untuk P2 dan P3, Sutopo optimistis aman karena dites obesevasi di sekolah induknya masing-masing.

0 Komentar