PT KAI Pantau 10 Titik Potensi Banjir Guna Amankan Jalur Mudik Kereta Api

Daop 3 Cirebon siaga dengan memetakan daerah-daerah pemantauan khusus di lintas wilayah kerjanya.
Daop 3 Cirebon siaga dengan memetakan daerah-daerah pemantauan khusus di lintas wilayah kerjanya.
0 Komentar

CIREBON, RADARCIREBON.ID – PT KAI memastikan prasarana siap dilewati seluruh kereta api, seperti halnya Daop 3 Cirebon telah siaga dengan memetakan daerah-daerah pemantauan khusus di lintas wilayah kerjanya. 

Sedikitnya, terdapat 10 titik daerah pemantauan khusus lokasi potensi banjir dan lokasi kontur tanah labil.

Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Rokhmad Makin Zainul mengatakan, untuk memastikan perjalanan kereta api di masa angkutan Lebaran nanti berjalan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan, pihaknya telah memetakan titik-titik daerah pemantauan khusus di sepanjang jalur KA dan melakukan upaya-upaya pencegahan potensi gangguan perjalanan KA.

Baca Juga:Berikut Adalah Ciri Рciri Malam Lailatul QadarJalan Dr Cipto Kota Cirebon akan Segera Diperbaiki 

Untuk meminimalisir potensi bahaya akibat bencana yang dapat mengganggu perjalanan KA, KAI melakukan berbagai upaya.

Di antaranya dengan melakukan normalisasi saluran air dari tumpukan sampah, perkuatan penahan tanah pada lokasi rawan amblas dengan retaining wall maupun bronjong, serta penempatan Alat Material Untuk Siaga atau AMUS di 17 titik. 

Lokasi penempatan AMUS yaitu di Stasiun Pabuaran, Pasirbungur, Pegaden Baru, Haurgeulis, Terisi, Jatibarang, Arjawinangun, Cirebon, Cirebon Prujakan, Babakan, Tanjung, Bulakamba, Brebes, Sindang Laut, Ciledug, Ketanggungan, dan Songgom. 

AMUS disiapkan untuk mengantisipasi banjir dan ambles di lokasi daerah pemantauan khusus (Dapsus).

Alat material untuk siaga sendiri merupakan alat bantu darurat yang terdiri dari peralatan kerja dan material, di antaranya bantalan rel dan batu balas.

Persiapan tersebut untuk tindakan cepat ketika terjadi gangguan. 

“Kami juga menerjunkan petugas dari Daop 3 Cirebon untuk melakukan pemantauan di titik-titik rawan bencana, dan menambah Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) ekstra. “Periode Angkutan Lebaran merupakan momentum di mana seluruh insan KAI akan memberikan kinerja terbaik. Hal tersebut kami upayakan agar kereta api tetap menjadi pilihan favorit masyarakat untuk bertransportasi,” tutur Rokhmad.

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 3 Cirebon menetapkan masa Angkutan Lebaran 2024 selama 22 hari: 31 Maret hingga 21 April. 

Baca Juga:Warga Cirebon Bisa Tukar Uang Baru sampai 4 April 2024, Ingat Harus Daftar Online Dulu di SiniSiap-Siap! Pemkot Cirebon Segera Buka Penerimaan CPNS, Segini Kuotanya

Rokhmad menambahkan, selama masa Angkutan Lebaran 2024, KAI menyiapkan armada sarana yang handal baik lokomotif dan kereta. 

Daop 3 Cirebon menyiapkan 14 sarana lokomotif, untuk seri CC 201 sebanyak 4 Lokomotif dan CC 206 sebanyak 10 lokomotif.

0 Komentar