Puji Bupati Imron, Gubenur Ridwan Kamil Beber Keberhasilan Jabar Turunkan Stunting

CIREBON, RADARCIREBON- Ada dua hal penting yang menjadi fokus dalam kunjungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke Kabupaten Cirebon.

Yang pertama, fokut Ridwan Kamil adalah terkait inflasi. Dan, yang kedua terkait penanganan stunting di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Cirebon.

Gubernur Ridwan Kamil yang saat itu didampingi sang istri menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg.

Bupati Imron beserta perangkat daerah di Kabupaten Cirebon dianggap berhasil mengendalikan inflasi sehingga lonjakan harga kebutuhan pokok tidak terjadi di Kabupaten Cirebon.

BACA JUGA: Launching Sekoper Cinta, Ridwan Kamil Sebut Jumlah Alumni Sudah 67 Ribu

Hal tersebut disampaikan Ridwan Kamil saat ditemui Radar Cirebon di sela -sela kunjungan agenda Siaran Keliling (Sarling) Jabar di Kabupaten Cirebon, Rabu (25/1/2023).

“Kabupaten Cirebon inflasinya di angka 4,8 persen, kami apresiasi sekali kepada Pak Bupati dan jajaran,” ujar Ridwan Kamil.

Prestasi Kabupaten Cirebon tersebut, kata Kang Emil-sapaan akrab Ridwan Kamil, harus dijaga dan dipertahankan.

Capaian ini, menurutnya, menandakan apa yang sudah dilakukan oleh bupati Cirebon beserta jajaran sangat diapresiasi oleh masyarakat dalam menjaga harga bahan pangan agar tidak terjadi lonjakan.

BACA JUGA: Antisipasi Inflasi, Gubernur Ridwan Kamil Tinjau Pasar Pasalaran Cirebon

Dalam kesempatan tersebut, politisi Partai Golkar tersebut menjelaskan, angka stunting di Jawa Barat ketika awal ia menjabat berada di angka 31,5 persen dan sekarang turun menjadi 20,2 persen.

“Targetnya hingga 2024, angka tersebut turun menjadi 14 persen,” ungkap Kang Emil.

Sampai dengan saat ini, lanjut Kang Emil, angka stunting di Jawa Barat sudah turun 11,3 persen.

“Mudah-mudahan dalam 2 atau 3 tahun mendatang kita bisa mendekati zero stunting yang menandai salah satu masalah bangsa ini,” bebernya.

BACA JUGA: Jadwal SIM Keliling Kabupaten Cirebon, 24-26 Januari 2023

Untuk diketahui, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

Kondisi itu ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang kesehatan.

Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab stunting meliputi, kurangnya akses makanan bergizi, dan praktik pengasuhan yang kurang baik.

Komentar