Puluhan Rumah Warga Rusak Diterjang Gelombang Pasang Disertai Angin Kencang

Puluhan-Rumah-Warga-Rusak
Puluhan Rumah Warga Rusak Diterjang Gelombang Pasang Disertai Angin Kencang. Foto:ANTARA/RadarCirebon.id
0 Komentar

INDRAMAYU, RADARCIREBON.ID – Sebanyak 21 unit rumah warga di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, rusak akibat diterjang gelombang pasang disertai angin kencang.

Cuaca di sebagian wilayah Jawa Barat memang diprediksi mengalami gelombang pasang disertai angin kencang.

Apalagi di wilayah pantura yang bersentuhan langsung dengan Laut Jawa rentan gelombang pasang.

Baca Juga:Putaran Kedua Liga 1 2022/2023 akan Dimulai, Catat Jadwal Persib vs PersijaLolos Semifinal Piala AFF 2022, Shin Tae Yong Tak Mau Kecewakan Suporter

“Totalnya ada 21 rumah warga yang rusak akibat gelombang pasang,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indramayu Dadang Oce Iskandar di Indramayu, Selasa (3/1).

Menurut Oce, bangunan yang rusak itu semua berjumlah 21 unit, rata-rata ambruk bagian dinding, bahkan ada yang rata dengan tanah setelah diterjang gelombang pasang.

Dia menjelaskan gelombang pasang terjadi pada akhir 2022, yang mana kejadian itu berlangsung hingga beberapa hari, sehingga rumah warga yang persis berada di samping bibir pantai langsung terdampak.

“Untuk rumah warga yang rusak berat ini rerata hanya berjarak beberapa meter dari bibir pantai, sehingga setiap kali gelombang pasang dipastikan terdampak, dan kali ini yang terparah,” ungkapnya.

Oce menambahkan total ada 384 jiwa dari 118 KK yang terdampak gelombang pasang.

Mereka sempat mengungsi ke rumah kerabat yang terdekat. Ada pula yang mengungsi di fasilitas umum.

Oce mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Indramayu sedang berupaya melakukan pendataan guna merelokasi rumah warga yang menjadi langganan bencana gelombang pasang.

Baca Juga:Harga BBM Turun, Cek Berapa Harga Pertalite Hari IniMan utd vs Bournemouth, Setan Merah Berpeluang Merangsek ke Posisi 4 Besar

“Bupati Indramayu sudah menginstruksikan untuk merelokasi 118 KK tersebut, tapi kami masih melakukan koordinasi dengan semua instansi terkait,” pungkas Oce. (rhu)

0 Komentar