Rp4 Miliar, yang Terlihat Apanya?

Rp4 Miliar, yang Terlihat Apanya?
0 Komentar

Terpisah, terkait dengan kondisi Lapangan dan Taman Kebumen, Plt Kepala DPRKP Kota Cirebon Wandi Sofyan SSTP mengatakan masih dalam tahap finishing. Nantinya jika sudah selesai, maka akan dilakukan serah terima kepada yang menindaklanjuti pemeliharan lokasi itu, yakni DPRKP.
“Nanti kita kolaborasi dibantu DLH. Sementara terkait ketertiban ada Dishub dan Satpol PP. Terkait kondisi fasilitas umum yang disiapkan, kepedulian semua pihak untuk merawat. Tidak hanya satu SKPD,” kata Wandi kepada Radar.
Terkait status mangkrak atau tidaknya, menurutnya, ada anggaran yang kurang, terkhususnya imbas dari pandemi Covid-19 yang membuat pemkot harus melakukan refocusing anggaran.
“Ada yang tertunda, bukan mangkrak. Kita harus realistis dengan komposisi anggaran dari pemkot. Proyek lanjutan silakan tanya ke PUPR. Karena proyeknya di bawah PUPR. Nanti sampai selesai baru serah terima,” tandasnya.
Sementara itu, data terbaru yang dihimpun Radar Cirebon, Lapangan dan Taman Kebumen akan kembali ditutup untuk proses finishing. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cirebon Dr Irawan Wahyono MPd mengatakan saat ini memang kondisi Lapangan dan Taman Kebumen sudah dibuka.
Dalam artian, kata dia, karena pagar kelilingnya ada yang menggondol. Jadi adanya terbuka dan otomatis bisa dikunjungi warga untuk beraktivitas. Hanya saja, kata dia, nanti pada saat akan dilakukan pekerjaan lanjutan, pasti area tersebut akan kembali ditutup untuk sementara waktu.
Tahap proyek finishing penataan area tersebut juga dipastikan bakal dilakukan tahun ini, tinggal menunggu disusunnya dokumen untuk dilelangkan. “Pastinya akan dilakukan tahun ini. Karena buktinya anggaranya sudah ada di APBD murni 2022,” ujar Irawan kepada wartawan,  Rabu (17/5).
Terkait kepastian waktu pelaksanaanya, semula ditargetkan bakal dilelangkan setelah lebaran. Tapi, nyatanya hingga dua pekan pasca lebaran Idul fitri, belum ada satupun pekerjaan proyek fisik yang direncanakan Pemkot Cirebon yang masuk tahap pelelangan.
Mengenai hal ini, Irawan juga memastikan bahwa tahap lelang tentunya akan dilaksanakan sebelum dimulainya tahap pekerjaan. Waktunya, paling lambat dilaksanakan pada masa periode APBD murni. “Periode APBD murni kan dari Januari-Juli. Ya pokoknya nanti kita akan mulai pada waktu yang masih dalam periode APBD murni itu. Sekarang kan masih Mei, sebelum Juli mudah-mudahan sudah bisa berjalan,” paparnya.

0 Komentar