Uji Coba Beli Solar Bersubsidi Pakai Barcode, Siap-siap Mulai 26 Januari 2023

RADARCIREBON.ID- Solar bersubsidi akan diatur lebih ketat oleh Pertamina menggunakan barcode. Pelaksanaan uji coba penyaluran solar bersubsidi di Kabupaten Cirebon mulai 26 Januari 2023.

Para pengguna solar bersubsidi di Kabupaten Cirebon nantinya diwajibkan menggunakan barcode khusus yang dikeluarkan oleh PT Pertamina.

Sosialisasi penggunaan barcode solar bersubsidi tersebut dilakukan Pertamina di ruang Paseban Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (11/1/2023).

Sejumlah pihak dari mulai perwakilan Pemkab Cirebon, pelaku usaha angkutan dan sejumlah elemen masyarakat lainnya dihadirkan untuk mendengarkan paparan dari Pemkab Cirebon dan PT Pertamina.

BACA JUGA: Catat, Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Polresta Cirebon, 10-12 Januari 2023: Ini Keuntungan yang Didapat

Sales Baranch Manager 1 Cirebon, Adeka Sangtraga kepada Radarcirebon.id menjelaskan, pelaksanaan pengetatan penyaluran solar bersubsidi tersebut akan di uji cobakan di  26 Januari 2023.

“Kita hari ini sosialisasi dengan Pemkab Cirebon, pesertanya beragam dari para pengguna solar bersubsidi baik yang dari CV, Organda, PO transportasi umum, kita dalam waktu dekat akan menerapkan uji coba sistem barcode agar penyaluran solar bersubsidi bisa tepat sasaran,” ujar Adeka.

Menurut dia, uji coba penggunaan barcode sendiri dilakukan dengan harapan agar semua program pemerintah terkait penyaluran solar bersubsidi bisa tepat sasaran.

Sehingga, pihaknya menghimbau para pelaku usaha yang menggunakan solar bersubsidi bisa segera mendaftarkan kendaraannya agar bisa menerima kuota solar bersubsidi sesuai dengan haknya.

BACA JUGA: Pengembangan UMKM Masih Lambat, Sekda Hilmy: Optimalkan Kolaborasi antar SKPD

“Daftarnya mudah sekali, tinggal foto kendaraan yang kelihatan plat nomornya, lalu kelihatan jumlah rodanya dan terakhir foto STNK,” ujarnya.

Jika data komplit, lanjut Adeka,prosesnya paling lama setengah jam sudah keluar barcode-nya. “Ini berlaku untuk pengguna solar bersubsidi kendaraan pribadi dan enam roda keatas ataupun kendaraan umum,”imbuhnya.

Jika tidak ada barcode, kata Adeka,pembelian solar bersubsidi akan dibatasi. Ia mencontohkan untuk kendaraan roda empat pribadi hanya akan bisa membeli solar bersubsidi sebanyak 20 liter.

Tapi jika dengan barcode roda empat pribadi bisa membeli maksimal 60 liter dalam satu hari. “Untuk roda empat niaga itu kuotanya 80 liter, kalau roda enam keatas 200 liter perhari, ini yang menggunakan barcode,” bebernya.

Komentar