Warga Desa Sayana Geruduk Camat

0 Komentar

KUNINGAN – Tak tuntas kisruh
penggunaan anggaran di tingkat desa, puluhan tokoh dan warga Desa Sayana
geruduk Kantor Camat Jalaksana, Jumat (28/2). Mereka mengadukan persoalan pelik
dugaan penyelewengan dana desa, sekaligus meminta Camat Jalaksana Toni
Kusumanto menjadi mediator.

Puluhan warga tiba di
kantor camat pukul 9.00 WIB dengan menggunakan mobil pikap. Kedatangan banyak
warga, cukup membuat aparat kecamatan terkejut. Tapi oleh camat, mereka
langsung diarahkan ke Ruang Kerja Camat untuk diskusi.

Ingin persoalan cepat
selesai, camat memanggil seluruh pihak terkait di desa. Mulai kepala BPD, LPM,
karang taruna desa, kepala desa baru dan kepala desa lama. Karena ruang kerja
camat sempit, tidak semua warga bisa masuk. Akibatnya, sebagian memilih
menunggu tertib di luar.  

Baca Juga:Longsor Menimpa Lima DesaPohon Tumbang Tutup Jalan, Motor Dinas Penyuluh Tertimpa Angsana

Sayang, proses
konfrontir tertutup. Media dimintai maklum untuk tidak masuk dulu, sebelum
persoalan selesai. “Enggak ada masalah apa-apa sebenarnya. Hanya mediasi, ada
pihak A dan pihak B ingin mengetahui kebenaran, lalu kita konfrontir. Kita
mediasi supaya cepat selesai,” terang Camat Jalaksana Toni Kusumanto, saat
sejenak keluar ruangan menemui Radar
Kuningan
.

Camat tidak mau menyebutkan
dulu inti persoalan detail warga Desa Sayana ini. Secara umum hanyalah
persoalan efek dari politik desa pasca pilkades. Meski begitu, Ia sudah
menegaskan urusan politik desa sudah tuntas, dan kepala desa baru harus fokus
dalam penyelenggaraan desa.

“Ini lebih kepada
dampak politik desa. Tapi insya Allah selesai. Kita selesaikan. Tugas camat kan ikut menjaga stabilitas, menjaga
ketentraman desa,” kata dia.

Ketua Karang Taruna
Desa Sayana Leman Sulaeman, menjelaskan bahwa di desanya memang tengah panas
terkait dugaan penyelewengan dana desa oleh kepala desa lama. Banyak slot
anggaran tidak direalisasi optimal. Salah satunya pembangunan aula desa.

“Aula desa
anggarannya Rp400 juta. Harusnya bisa selesai, dan awal Februari 2020 ini serah
terima kunci. Tapi jangankan itu, kondisinya juga masih jauh dari selesai.
Belum dikeramik, belum dicat, temboknya masih mentah. Pak Camat saja merasa
sudah dibohongi kepala desa lama,” beber dia, saat dikonfirmasi tengah berada

0 Komentar