Waspada Demam Berdarah Dengue

fogging-dbd
MATIKAN NYAMUK: Petugas Dinkes Kabupaten Kuningan melakukan pengasapan tidak hanya di pekarangan rumah, tapi dilakukan juga di dalam rumah, musala, selokan dan kebun. FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN
0 Komentar

penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai muncul lagi. Baru-baru ini, sudah ada sedikitnya 10 warga di Desa Bandorasa Wetan yang terjangkit DBD. Karena itu, warga perlu mewaspadai terhadap salah satu penyakit mematikan, yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti ini.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan pun mengutus pegawainya untuk melakukan fogging (pengasapan) pemukiman warga di Desa Bandorasa Wetan, Rabu (22/7) pagi. Itu sebagai upaya untuk menekan menyebaran DBD.
Berdasarkan pantauan Radar, pengasapan dilakukan di dua lokasi yaitu Dusun Pon dan Pahing yang terdeteksi ada warga yang terkena DBD. Pengasapan dilakukan terhadap setiap rumah warga, selokan, kebun, hingga musala yang terindikasi banyak terdapat sarang nyamuk aedes aegypti. Kegitan fogging oleh petugas dari Dinkes Kuningan tersebut disaksikan langsung oleh aparat Desa Bandorasa Wetan dan petugas kesehatan dari puskesmas setempat.
Warga pun tampak antusias dan senang menyambut kehadiran petugas fogging tersebut. Mereka takut menjadi salah satu yang terjangkit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti tersebut.
“Sudah ada 10 warga kami yang terkena DBD, yang paling banyak di Dusun Pon ada sembilan orang dan di Pahing ada satu. Atas kondisi ini kami meminta bantuan dinkes untuk melakukan fogging dengan harapan tidak ada lagi kasus DBD di desa kami,” ungkap Kasi Pelayanan Pemdes Bandorasa Wetan Muhammad Usdi kepada Radar.
Usdi menyadari, kegiatan fogging ini bukan solusi akhir penanganan DBD karena hanya mematikan nyamuk dewasa saja. Oleh karena itu, pihaknya pun akan semakin menggiatkan kembali peran masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing.
Diakui Usdi, sebenarnya kegiatan bersih-bersih sudah rutin dilakukan setiap Jumat, tetapi kasus DBD masih saja terjadi. Dengan adanya warga yang terkena DBD ini, pihaknya ke depan akan lebih giatkan lagi mengadakan Jumsih (Jumat bersih). Selain itu, sosialisasi pencegahan DBD dan Jumantik di setiap rumah.
Sementara itu salah satu warga Dusun Pon Elly mengaku senang dengan adanya fogging tersebut. Pasalnya, sudah ada beberapa tetangganya yang terkena DBD, sehingga fogging membuat nyamuk aedes aegypti mati.

0 Komentar