Wow, 10.964 Pasangan Usia Subur di Cirebon Ikut Program KB

RADARCIREBON.ID – Jumlah penerima akseptor KB di Kabupaten Cirebon cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari capaian pemasangan akseptor KB selama tahun 2022.

Total capaian akseptor KB dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di tahun 2022 sebanyak 10.964 dari pasangan usia subur (PUS).

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni SKM MKes kepada Radar merinci jumlah penerima akseptor KB dari kategori IUD sebanyak 4.060, untuk MOW sebanyak 662 dan Implan 6.242 sehingga jika ditotal sejumlah 10.964.

BACA JUGA : Banyak Perempuan Jadi Kepala Keluarga

“Angka capaian kita cukup tinggi, totalnya sudah diatas 10 ribu selama 2022, memang mayoritas pesertanya masih banyak dari yang jangka pendek, kita sekarang dorong lebih banyak dari jangka panjang,”ujarnya.

Diterangkan Eni, para peserta yang ikut program tersebut harus berdasarkan keinginan sendiri, sehat jasmani rohani dan sudah mempunyai anak lebih dari dua atau tiga.

Selanjutnya, calon peserta tersebut bisa menghubungi DPPKBP3A atau fasilitas kesehatan lainnya untuk mendaftar sebagai calon peserta penerima akseptor KB.

BACA JUGA : Curug Majalengka, Curug Muara Jaya, Wisata Lereng Gunung Ciremai tapi Ramah buat Keluarga

“Tahun ini kita targetkan sekitar 400an peserta dengan metode MOW. Ini akan kita coba selesaikan dalam rentang waktu 6 bulan. Untuk target sendiri tentu capaiannya harus lebih baik dari tahun sebelumnya,”imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon Drs H Imron MAg kepada Radar mengatakan pemerintah melakukan upaya pengendalian penduduk untuk meningkatkan kualitas keluarga Indonesia khususnya di Cirebon.

“Yang pertama tentu harus karena kesadaran sendiri, tidak ada paksaan, ini bukan pemerintah yang semena-mena mau membatasi, tapi semuanya atas kesadaran sendiri demi untuk peningkatan kualitas hidup keluarga,”ungkapnya.

BACAJUGA : Perkiraan Cuaca Wilayah Cirebon Kamis, 19 Januari 2023, Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang

Ditambahkan Imron, keluarga harus memperhatikan banyak hal dari mulai kemampuan ekonomi, pendidikan, sehingga setiap keluarga perlu merencanakan secara matang dan serius untuk masa depannya.

“Jangan sampai kita tidak merencanakan masa depan keluarga, karena memberikan pendidikan yang baik, menyiapkan gizi yang baik merupakan kewajiban orang tua seperti kita demi masa depan keluarga yang bahagia,” ungkapnya. (dri)

Komentar