Tunda Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Buoati Majalengka Karna Sobahi soal janji politik
Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd
0 Komentar

Termasuk di dalamnya menggugah kesadaran individu masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan, karena apapun upaya pemerintah tidak akan berhasil jika masyarakat tidak sadar melaksanakan protokol kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Karna juga menginstruksikan untuk sementara aktivitas di lingkungan sekolah ditutup.
“Awalnya saat gubernur hadir di sini, sudah memperbolehkan pembelajaran tatap muka untuk level SMP, SMA, SMK di zona hijau. Namun menjelang kita memberlakukan, terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi. Oleh karena itu, untuk sementara aktivitas di lingkungan sekolah ditutup,” ungkapnya.
Bahkan, lanjutnya, para pasien yang saat ini terkonfirmasi positif Covid-19, sudah beraktivitas ke mana-mana. “Melihat gelagat ini, saya khawatir. OTG ini bergentayangan ke mana-mana. Artinya tidak aman bagi peserta didik untuk bersekolah,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan H Ahmad Suswanto membenarkan kondisi tersebut. Meski pada awal sambutan beberapa waktu yang lalu, bahwa kecamatan atau wilayah zona hijau diperbolehkan. Namun, ketika ada satu keputusan yang sekarang tidak boleh, artinya siswa tidak boleh belajar tatap muka di sekolah.
Sementara itu terkait sanksi, Dinas Pendidikan tidak memiliki kewenangan. Tapi, hanya memberi pengertian kepada guru, kepala sekolah termasuk kepada orangtua dan masyarakat. Karena, salah satu faktor adanya sekolah yang masih menggelar secara tatap muka, disebabkan adanya desakan dari orangtua murid untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka. (iim/bae) 

Laman:

1 2
0 Komentar