Ajak Masyarakat Tetap Semangat di Tengah Pandemi

okri- rangkaian hut cirebon 651 (2)
MERIAHKAN HUT KOTA: Para penari topeng ikut hadir dalam prosesi perayaan HUT ke-651 Kota Cirebon, kemarin. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

Babad alas tanah Kebon Pesisir (Lemahwungkuk) itu, dibuka pada hari Ahad Kliwon, tepatnya pada tanggal 1 bulan Suro tahun 1367 saka, atau 866 Hijriah, atau 1445 masehi. Babad alas Tanah Kebon Pesisir itulah yang mengawali lahirnya Cirebon dengan titik nol-nya disebut Witana. Wi memiliki arti pembuka, sedangkan Tana memiliki arti tanah, yang secara istilah disebut tanah pembuka.
Merujuk pada Babakyasa Sejarah Pakuwon Caruban yang dibangun Pangeran Cakrabuawana dan Ki Danusela inilah, berdasarkan hitungannya dalam siklus kalender Aboge Keraton Kanoman yang sudah dikonversikan dengan hitungan masehi, maka Cirebon kini berusia 575 tahun. Dimana setiap tahunnya selalu diadakan prosesi ritual peringatan pembacaan babad Cirebon di Keraton Kanoman, guna memperingati milad (ulang tahun) Cirebon yang juga bertepatan dengan peringatan tahun baru Islam (Hijriah).
Serta peringatan haul Pengeran Cakrabuwana yang wafat pada 1 Sura 1451 Saka atau 1529 Masehi. Dalam peringatan 1 Suro pada siklus kalender Aboge Keraton Kanoman yang pada tahun 2020 masehi ini bertepatan dengan tahun Jim-Ah-Ge (Tahun Jim Akhir Hari Jumat Wage), atau 1954 saka Aboge.
“Inilah sekelumit ringkasan sejarah Cirebon yang sudah dibacakan dengan sumber yang diambil dari naskah-naskah kuno Cirebon. Di antaranya Naskah Negara Kertabhumi, Naskah Purwaka Caruban Nagari, Babad Tanah Sunda Tanah Cirebon, lan Babad Cirebon Kasultanan Kanonam,” ujar Arimbi. (*)
  

Laman:

1 2 3
0 Komentar