Sementara itu, Kepala Desa Pageraji, Dede Budiman mengatakan, Dispora pernah mendatangi dan melihat Alquran yang dibuat secara tradisional tulisan tangan itu. Bahkan anggota legislatif yang tengah reses juga pernah melihatnya langsung, tapi hingga kini belum ada wujud perhatian dari pemerintah untuk ikut melestarikan warisan yang barharga itu.
“Paling tiidak ada bantuan dari pemerintah daerah untuk renovasi kawasan makan Mbah Latipuddin karena kerap diziarahi banyak orang,” ujarnya.
Camat Maja H Arief Daryana melalui Sekcam Yeyet Aigah SPd MPd sangat mengapresiasi adanya peninggalan Alquran yang usianya ratusan tahun tersebut. Dia berharap ada perhatian untuk melestarikan peninggalan bersejarah tersebut dari pihak yang lebih kompeten.
“Kami hanya bisa memfasilitasi dan menjadi jembatan saja untuk melestarikan dan menjaga Kitab Suci Alquran tersebut,” pungkasnya. (*)
Berusia Ratusan Tahun, Terbuat dari Kulit Pohon

