Polri Mengajak Group Band Sukatani Menjadi Duta Polri Untuk Bisa Beri Saran Kepada Anggota Kepolisian

Polri Mengajak Group Band Sukatani Menjadi Duta Polri Untuk Bisa Beri Saran Kepada Anggota Kepolisian
Polri Mengajak Group Band Sukatani Menjadi Duta Polri Untuk Bisa Beri Saran Kepada Anggota Kepolisian
0 Komentar

“Nanti kalau Band Sukatani berkenan, akan kami jadikan juri atau duta untuk Polri,” ujarnya, Minggu (23/2). Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Div Humas Polri Brigjen Pol.

Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa Polri menuju organisasi yang modern dengan tidak anti kritik. Ia mengatakan bahwa Polri pernah memberikan forum penyampaian kritik melalui kegiatan seni, salah satunya stand up comedy.

“Kami ada stand up comedy. Bagaimana dengan segmen-segmen komunitas-komunitas itu bisa memberikan masukan melalui kritik,” katanya.

Baca Juga:Heboh Lagu Kritik Yang Di Nyanyikan Grop Band Sukatani Untuk Ingatkan Aparat KepolisianUndian 16 Besar Di Ajang Liga Champion Memperemukan Tim Besar Yang Saling Sikut Sebelum Final

Seperti diketahui, band Sukatani viral di media sosial karena menyampaikan permintaan maaf ke Polri terkait lagu ‘Bayar Bayar Bayar’. Lagu tersebut memiliki lirik yang mengkritik oknum polisi di lapangan.

Namun kemunculan video permintaan maaf itu mengundang kecurigaan publik terkait adanya tekanan dari Polri terhadap band Sukatani. Kecurigaan itu muncul karena Sukatani, yang selama ini selalu tampil anonim di depan publik, tiba-tiba menampakkan diri tanpa topeng di video klarifikasi.

Kritik juga semakin menguat setelah publik mengetahui bahwa mereka meminta video atau yang sudah kadung tersebar untuk dihapus. Meski demikian, mereka menegaskan tak ada paksaan terkait pernyataan soal penarikan video itu.

Atas ramainya reaksi publik tersebut, Divisi Propam Polri bergerak dengan memeriksa enam personel Ditressiber Polda Jateng berkaitan dengan klarifikasi dari band Sukatani itu. Propam Polri masih mendalami dugaan adanya intimidasi dari personel Polda Jateng tersebut.

“Terkait dengan pemberitaan yang berkembang mengenai klarifikasi dari Band Sukatani serta dugaan adanya tindakan intimidasi oleh anggota Ditressiber Polda Jateng, Divpropam Polri menegaskan bahwa saat ini proses pemeriksaan oleh Biro paminal Divpropam Polri masih berlangsung,” bunyi keterangan Divpropam Polri, Minggu (23/2).

Sigit memastikan bahwa Polri tidak pernah melarang atau membungkam siapa pun dalam menyalurkan hak kebebasan berekspresi. Kritik, menurutnya, merupakan refleksi penting bagi Polri untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat.

“Bagi kami, kritik terhadap Polri adalah bentuk kecintaan masyarakat terhadap institusi ini,” tegasnya.

0 Komentar