RADARCIREBON.ID–Intensitas hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Kuningan, mengakibatkan bencana tanah longsor di sejumlah titik. Akibatnya, akses jalan penghubung antar desa di beberapa kecamatan tertimbun material longsoran dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, membenarkan kejadian longsor yang terjadi di enam lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Kuningan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, seperti tertutupnya akses jalan, rusaknya gorong-gorong, dan ambruknya tiang penerangan jalan umum (PJU).
“Salah satu titik terparah berada di Dusun Manglayang, Desa Situgede, Kecamatan Subang, di mana akses jalan desa tertutup lumpur sepanjang 20 meter akibat meluapnya air dari gorong-gorong yang tersumbat. Kendaraan roda empat tidak bisa melintas karena kondisi jalan licin dan tertutup material longsor,” ujarnya, Senin (12/5).
Baca Juga:Pemkab Kuningan Komitmen Perkuat Pondasi PembangunanBupati Kuningan Komitmen Bayar TPP ASN, Targetkan Tuntas Sebelum Juni
Menurutnya, tim assessment dari BPBD langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan dari aparat desa.
Penanganan darurat dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat bersama TNI, Polri, dan aparat desa, dengan membersihkan material longsoran serta membuat tanggul saluran air sementara. Namun, untuk percepatan penanganan, BPBD masih membutuhkan alat berat di beberapa titik.
Selain di Subang, longsor juga terjadi di Desa Bungurberes Kecamatan Cilebak, Desa Cilayung dan Desa Lebakherang Kecamatan Ciwaru, serta Desa Cipedes Kecamatan Ciniru. Di Bungurberes, TPT rumah warga longsor dan menutup akses jalan lingkungan. Sementara itu, di Desa Cilayung, TPT penghubung antar dusun juga mengalami longsor dan mengancam akses jalan desa.
“Di Lebakherang, longsoran bahkan menimbun sebagian badan jalan dan menyebabkan robohnya satu unit tiang PJU. Sedangkan di Desa Cipedes, longsoran TPT dengan tinggi 10 meter menimpa halaman rumah warga dan mengancam jalan lingkungan,” terangnya.
Situasi serupa terjadi di Desa Pamulihan, Kecamatan Subang. Tebing milik warga longsor dan menimpa ruas jalan provinsi yang menjadi penghubung antar kabupaten, yakni Kuningan – Subang – Rancah (Kabupaten Ciamis). Akses jalan di titik tersebut tertutup total hingga waktu yang belum bisa dipastikan.