KDM Tau, Pasti Marah! Jalur Wisata Cirebon – Kuningan Terganggu Galian C, Jalan di Beber Membahayakan

galian c di beber cirebon
Jalan Cirebon - Kuningan di Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon terganggu dengan material galian c yang berjatuhan. Foto: Asep Kurnia - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Jalur wisata di koridor Cirebon – Kuningan tepatnya di Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, terganggu dengan aktivitas Galian C.

Aktivitas lalu lalang truk pengangkut material galian tipe c tersebut, mengganggu pengendara.

Tidak hanya itu, debu dan tanah yang berjatuhan membuat akses jalan provinsi yang menjadi penghubung ke Kabupaten Kuningan, menjadi berbahaya untuk dilewati.

Baca Juga:KDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – JakartaPasca Tawuran Konten, Pemuda Desa Purwawinangun – Muara Mediasi di Polsek Kapetakan, Sepakat Damai

Pantauan radarcirebon.id, material galian berserakan di jalanan, membuat debu beterbangan. Saat turun hujan, jalanan berubah menjadi licin dan membahayakan pengendara.

Selain membahayakan bagi keselamatan berkendara, debu yang beterbangan juga mengacam kesehatan bagi warga yang terdampak.

Bila kondisi ini diketahui, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), tentu bakal marah besar.

Kondisi tersebut, dirasakan langsung Faridz (23), warga Kecamatan Beber yang sehari-harinya sering melintas di jalur tersebut.

Menurutnya, aktivitas galian tanah di wilayah Kecamatan Beber, membuat jalanan penuh dengan debu dan pasir.

Kondisi tersebut, jelasnya, membuatnya pengendara menjadi terganggu dengan debu yang beterbangan yang juga bisa berimbas terhadap kesehatan.

“Lebih parah lagi kalau hujan turun, jalanan menjadi licin dan kendaraan menjadi kotor,” ungkap Faridz, Sabtu 29 November 2025.

Baca Juga:Lolos dari Hukuman, Prabowo Rehabilitasi 3 Mantan Direksi ASDP Termasuk Ira PuspadewiIdentitas Warga yang Tewas Tertemper Kereta Api Harina di Kanci Kulon Cirebon

Dirinya yang saban hari pulang pergi Cirebon – Beber, harus ekstra hati-hati jika melintas jalanan tersebut.

Selain licin, serpihan pasir dan tanah yang berserakan di jalan menikung, bisa mengakibatkan kecelakaan jika pengendara tidak hati-hati dalam berkendara.

“Saat saya melaju kencang dan tiba-tiba harus menikung, saya sangat khawatir. Kondisi jalan yang berpasir dan tanah ini berbahaya,” tuturnya.

Kondisi jalan yang berkelok dan menikung, ditambah dengan curah hujan yang sering terjadi di kawasan tersebut, membuat situasi semakin parah.

“Iya setiap saya melewati jalan itu, saya merasa was-was. Apalagi ketika hujan turun, permukaan jalan menjadi lebih licin dan berbahaya untuk dilalui,” tambahnya.

Pengendara lain juga mengeluhkan kondisi yang sama. Banyak dari mereka yang mengalami kotoran debu menempel di wajah dan kendaraan mereka, membuat perjalanan terasa tidak nyaman.

“Kondisi ini tidak hanya mengganggu, tetapi berdampak pada kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan,” ucapnya.

0 Komentar