“Di rumah dia pendiam. Saya baru tahu ternyata aktif di organisasi,” ujar seorang ayah sambil tersenyum, usai keluar dari kelas.
Hari itu, koridor sekolah tak hanya dipenuhi langkah kaki. Ia dipenuhi kesadaran baru.
Bahwa mendidik anak bukan hanya soal angka di rapor, tetapi tentang kehadiran—secara nyata. (ADE)
