Kebetulan saya sedang naik TransJakarta Koridor Blok M. Mulai dari Halte MH Thamrin hendak menuju PIK 2. Tiba-tiba di layar telepon, muncul berita di website radarcirebon.com mengenai BRT Trans Cirebon yang berhenti beroperasi sejak 1, Januari 2026. Kaget!
Catatan Oleh: Yuda Sanjaya
SEPANJANG perjalanan MH Thamrin sampai Terminal Blok M, saya mencoba mencermati isi tulisan. Kenapa BRT Trans Cirebon kemudian tumbang. Dari data yang dikemukakan Dinas Perhubungan, sedikit banyak pertanyaan ala wartawan terjawab.
Namun, dalam hati kemudian tertegun begitu turun di Terminal Blok M lalu melanjutkan perjalanan menuju PIK 2 menggunakan TransJakarta dengan Kode T31.
Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta
Ternyata rute ini, begitu diminati penumpang. Menghubungkan pusat Kota Jakarta ke bagian utara yang berbatasan langsung dengan Provinsi Banten.
Menghubungkan megapolitan Jakarta ke kawasan yang seperti sudah bukan di Indonesia.
Lantas saya pun teringat pernah menempuh perjalanan dari Bandung ke Jakarta menggunakan transportasi umum. Naik Whoosh di Stasiun Tegalluar, turun di Stasiun Halim, lalu berlanjut menggunakan LRT Jabodetabek dan finish di Stasiun Dukuh Atas. Lanjut MRT dan tiba langsung di jantung Kota Jakarta.
Dari gambaran dua perjalanan itu, boleh lah saya menyimpulkan bahwa kunci dari keberhasilan transportasi umum sebuah kota adalah konektivitas. Bukan perkara mewah dan canggihnya.
Kemudian transportasi umum harus menggunakan paradigma layanan sosial. Pemerintah wajib hadir dengan memberikan subsidi demi keberlangsungannya.
Berbagi Pengalaman
Saya ingat dulu ketika masih mahasiswa, TransJakarta dikritik karena mengurangi badan jalan dan menyebabkan kemacetan. Tetapi faktanya hari ini TransJakarta justru menjadi solusi kemacetan. Bahkan subsidi yang diberikan Pemerintah Provinsi Jakarta turut dinikmati warga Jawa Barat yang bekerja di Jakarta.
Saya memang bukan ahli transportasi. Tapi setidaknya saya cukup berpengalaman dan pernah merasakan bepergian menggunakan transportasi umum dan masal di berbagai kota.
Baca Juga:Pasca Tawuran Konten, Pemuda Desa Purwawinangun – Muara Mediasi di Polsek Kapetakan, Sepakat DamaiLolos dari Hukuman, Prabowo Rehabilitasi 3 Mantan Direksi ASDP Termasuk Ira Puspadewi
Bahkan pernah menempuh rute yang menurut saya terpanjang menggunakan transportasi umum dari Cirebon ke Palembang dan Cirebon ke Medan.
Perjalanan itu, seluruhnya menggunakan transportasi masal. Naik kereta dari Stasiun Cirebon, turun di Gambir, naik TransJakarta ke Dukuh Atas, lanjut Kereta Bandara, lanjut KA Layang untuk pindah terminal keberangkatan di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
