Fiskal Jawa Barat Defisit, Posisi Kas Setara Kas Tinggal Rp 500 Ribu

dedi mulyadi purbaya
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Setda Bogor - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Akibat realisasi pendapatan tidak tercapai, sangat berdampak terhadap fiskal Pemprov Jawa Barat. Untuk tahun anggaran 2025, fiskal daerah ini mengalami defisit.

Realisasi pendapatan yang ditargetkan pada tahun 2025 sebesar Ro 31 triliun, tercapai 95 persen atau sebesar Rp 29,5 triliun. Yang tidak tercapai Rp 1,5 triliun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dia mengakui jika realisasi pendapatan 2025, gagal terealisasi.

Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon

Akibatnya, ungkap Dedi, keuangan daerah pun mengalami defisit. Bahkan kas setara kas hingga tutup buku tinggal kurang lebih Rp 500 ribu.

Salah satu penyebab defisit fiskal, jelas dia, selain tidak tercapainya target pendapatan, juga karena belanja modal yang cukup tinggi. Seperti belanja untuk infrastruktur jalan, jembatan, sekolah dan kesehatan.

Di era Gubernur Dedi Mulyadi, tegas dia, belanja modal memang sangat digencarkan. Tujuannya memang untuk peningkatan pelayanan publik.

Akibat defisit anggaran, ungkapnya, beberapa program prioritas tahun 2025, terpaksa harus ditunda pembayarannya di APBD murni 2026. Nilai yang mengalami tunda bayar itu sekitar Rp 621 miliar.

“Karena pada saat pendapatan tidak tercapai, kemudian belanja kita juga banyak yang sudah dilakukan, terutama infrastruktur. Akhirnya ada yang tunda bayar, kurang lebih Rp621 miliar,” ungkapnya.

Yang mengagetkan posisi kas setara kas Pemprov Jabar. Menurut Dedi, saat ini posisinya tinggal sekitar Rp 500 ribu di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Kas setara kas sekecil ini, diakui Dedi, baru pertama kali terjadi di lingkungan Pemprov Jabar. Itu sangat positif, karena serapan belanja benar-benar maksimal.

Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta

“Pak Gubernur ini luar biasa. Baru, seumur-umur malah. Jawa Barat itu rata-rata tiap tahun itu Silpa enggak kurang dari Rp1,5 triliun, bahkan malah sempat Rp2 triliun. Sekarang enggak lebih dari Rp500 ribu,” ujar Dedi.

Seperti diketahui, data yang sama pernah diungkapkan oleh Gubernur Dedi Mulyadi. Dia mengakui jika fiskal Pemprov memang tengah defisit.

Penyebabnya, kata sosok yang akrab disapa KDM ini, karena anggaran pembangunan diakselerasi. Sebaliknya, pendapatan dari sektor andalan sedang menurun.

Sektor andalan yang menurun, menurut KDM, di antaranya pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Penurunan itu dipengaruhi oleh lesunya ekonomi masyarakat.

0 Komentar