RADARCIREBON.ID – Kabupaten Cirebon bukan sekadar wilayah tugas bagi Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni. Lebih dari itu, Cirebon telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya sebagai perwira Polri.
Sejak resmi menjabat sebagai Kapolresta Cirebon pada Januari 2024, Kombes Pol Sumarni mengemban amanah menjaga keamanan dan ketertiban di salah satu daerah strategis di pesisir utara Jawa.
Selama hampir dua tahun masa kepemimpinannya, berbagai program dan pendekatan humanis dijalankan untuk menjaga stabilitas keamanan, memperkuat kepercayaan publik, serta mendorong Cirebon tetap menjadi daerah yang aman, ramah, dan nyaman dikunjungi.
Baca Juga:Jadi Magnet Investasi Baru di Jabar, Kabupaten Cirebon Sudah Dilirik 18 Calon InvestorAngkat Budaya Mega Mendung, Mahasiswi IPB Cirebon Raih Juara Dunia Story Telling
Menurut Kombes Pol Sumarni, Cirebon memiliki posisi yang sangat penting, baik secara historis maupun geografis.
Cirebon dikenal sebagai kota persinggahan utama antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, sekaligus wilayah yang sejak dahulu menjadi pusat perdagangan, pelabuhan, serta penyebaran agama Islam.
“Cirebon ini luar biasa. Dari dulu sudah dikenal sebagai kota perdagangan, kota wali, dan kota yang sangat toleran. Berbagai suku, budaya, dan latar belakang hidup berdampingan dengan baik di sini,” ujar Sumarni, kepada Radar Cirebon, sebelum tahun baru.
Keberagaman tersebut menjadi tantangan sekaligus kekuatan. Karena itu, sejak awal menjabat, ia menekankan pentingnya pendekatan preemtif dan preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). Edukasi hukum, sosialisasi, dan dialog langsung dengan masyarakat menjadi prioritas.
Polresta Cirebon secara rutin menyasar pelajar, santri, dan kelompok masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba, kenakalan remaja, serta pentingnya tertib berlalu lintas.
Tujuannya bukan semata penindakan, tetapi membangun kesadaran dan daya tangkal masyarakat agar tidak mudah terjerumus ke hal-hal negatif.
“Kami ingin masyarakat sadar hukum, tahu mana yang boleh dan mana yang melanggar. Ketika kesadaran itu tumbuh, stabilitas akan terjaga dengan sendirinya,” jelasnya.
Baca Juga:Puskesos di Salah Satu Desa di Cirebon Disoal, Warga Datangi Kantor KecamatanGo Internasional! FK UGJ Cirebon Kirim 9 Mahasiswa ke Prancis dan Thailand, Ini Kampus Tujuannya
Dalam aspek pelayanan dan pengayoman, Polresta Cirebon juga aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah.
Salah satu perhatian utama adalah penataan kawasan wisata dan ekonomi, seperti kawasan batik Trusmi. Penertiban pedagang yang sebelumnya memakan badan jalan dilakukan secara persuasif agar kawasan tersebut lebih tertib, nyaman, dan menarik bagi wisatawan.
