RADARCIREBON.ID – Inflasi Kota Cirebon pada Desember 2025 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Sejumlah faktor memengaruhi terjadinya inflasi, di antaranya kenaikan harga cabai rawit akibat keterbatasan stok, penyesuaian harga bahan bakar minyak sejak 1 Desember 2025, serta kenaikan harga daging dan telur ayam ras.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, Ujang Mauludin SST, MSi, menuturkan bahwa pada Desember 2025 terjadi inflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,42 persen, inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 2,86 persen, serta inflasi tahun kalender (year to date/ytd) sebesar 2,86 persen.
Menurutnya, inflasi terjadi akibat kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
Baca Juga:Terima Laporan Rumah Ambruk, Wakil Walikota Cirebon Langsung TurunĀ Lumpur Normalisasi Sungai Sukalila Cirebon Dibuang ke Kebonbaru dan Kesenden
Sepanjang 2025, perkembangan inflasi bulanan mengalami fluktuasi, dengan inflasi tertinggi terjadi pada Maret 2025 sebesar 1,94 persen.
“Pada bulan-bulan berikutnya inflasi relatif terjaga hingga pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,42 persen,” ujarnya.
Penyumbang utama inflasi Desember 2025 secara bulanan (mtm) adalah Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil sebesar 0,27 persen.
Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok ini antara lain cabai rawit, daging ayam ras, beras, cabai hijau, jagung manis, sawi/petsai, daging sapi, ikan mujair, dan kangkung.
Sementara itu, penyumbang utama inflasi secara tahunan (yoy) juga berasal dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil sebesar 1,62 persen.
Komoditas yang memberikan kontribusi terbesar antara lain daging ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM), beras, cabai rawit, telur ayam ras, jeruk, sigaret kretek tangan (SKT), pepaya, wortel, dan cabai merah.
Adapun selama 12 bulan terakhir pada 2025, harga cabai rawit cenderung mengalami inflasi. Dalam periode 2022–2025, inflasi tertinggi cabai rawit terjadi pada Desember 2025, yakni mencapai 121,91 persen dengan andil inflasi sebesar 0,14 persen. (apr)
