Refleksi Awal Tahun di Vihara Dewi Welas Asih

Vihara Dewi Welas Asih Cirebon
LENGANG: Suasana di Vihara Dewi Welas Asih, Jalan Kantor, tempat ibadah umat Buddha terlihat tenang dan lengang. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Hiruk pikuk pergantian tahun 2026 di Kota Cirebon telah berlalu. Namun, suasana berbeda tampak di Vihara Dewi Welas Asih, Jalan Kantor. Tempat ibadah umat Buddha itu terlihat tenang dan lengang.

Bagi umat Buddha, awal tahun dimaknai sebagai momen refleksi diri, sekaligus persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2026.

Pasca perayaan malam tahun baru, aktivitas di vihara berlangsung tanpa keramaian. Umat datang silih berganti untuk beribadah, menyalakan dupa, menundukkan kepala, dan memanjatkan doa dalam suasana hening.

Baca Juga:Terima Laporan Rumah Ambruk, Wakil Walikota Cirebon Langsung TurunĀ Lumpur Normalisasi Sungai Sukalila Cirebon Dibuang ke Kebonbaru dan Kesenden

Sebagian umat datang sendiri, sebagian lainnya bersama keluarga. Hari pertama tahun 2026 dimanfaatkan untuk berdoa dan menata harapan sebelum kembali menjalani aktivitas keseharian.

Rohaniawan Buddha Vihara Dewi Welas Asih, Romo Junawi, mengatakan awal tahun sengaja dimaknai secara sederhana.

“Awal tahun ini umat lebih banyak datang untuk berdoa dan menenangkan pikiran. Ini momentum untuk refleksi diri sebelum melangkah ke hari-hari berikutnya,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Minggu (4/1/2026).

Menurutnya, suasana hening justru memberi ruang bagi umat untuk menata niat dan harapan di tahun yang baru. Bagi umat Buddha, pergantian tahun bukan sekadar perayaan, tetapi juga waktu untuk pembenahan diri.

Ia menambahkan, vihara kini mulai bersiap menyambut Imlek 2026 yang jatuh pada Februari mendatang. Selain persiapan ibadah, juga disiapkan kegiatan sosial, termasuk berbagi kepada masyarakat.

“Imlek nanti bukan hanya ibadah, tapi juga ada kegiatan sosial. Berbagi kepada sesama sudah menjadi tradisi,” katanya.

Saat Imlek tiba, vihara biasanya kembali dipadati umat dari berbagai daerah. Doa yang dipanjatkan umumnya berisi harapan akan kesehatan, kelancaran usaha, keharmonisan keluarga, dan kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga:Wakil Walikota Ajak Selesaikan Persoalan Sosial Secara BersamaBappelitbangda Kota Cirebon Komitmen Jaga Integritas

Secara makna, Tahun Baru Nasional dan Tahun Baru Imlek memiliki esensi yang sama, yakni sebagai titik awal untuk berbenah dan melangkah ke depan. (ade)

0 Komentar