Empat Periode, Jalan Tetap Rusak Warga Cirebon Soroti Peran Anggota Dewan

jalan di RW 04 Argasunya
BELUM PERNAH MULUS: Kondisi jalan di RW 04 Argasunya, Kecamatan Harjamukti, rusak dan belum tersentuh perbaikan. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Sudah empat periode pergantian anggota dewan berlalu, namun, akses jalan menuju Benda Kerep, tepatnya di RW 04 Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, tak kunjung diperbaiki.

Meski silih berganti wakil rakyat dari daerah pemilihan tersebut terpilih dan berulang kali menjanjikan akan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon melakukan perbaikan, kondisi jalan tetap memprihatinkan dan kerap memakan korban.

Hal itu disampaikan Muhammad Masduki (36), warga RW 04 Kelurahan Argasunya. Menurutnya, sudah banyak warga yang terjatuh akibat kondisi jalan yang rusak dan licin, termasuk pedagang yang mendorong gerobak.

Baca Juga:Perkuat Pendidikan Karakter, PDIP Cirebon Buka Program Ayo Ngaji bagi Anak-Anak Pemkab Cirebon Dukung SE Gubernur KDM soal Transparansi Anggaran, Inilah Langkah BKAD

“Korbannya banyak. Ada yang jualan bawa gerobak, karena jalannya rusak dan licin, akhirnya jatuh,” ujar Masduki kepada Radar Cirebon.

Ia menuturkan, hingga kini kondisi jalan dibiarkan tanpa perbaikan atau peningkatan berarti. Padahal, dari wilayah tersebut terdapat dua anggota dewan yang terpilih.

“Di sini ada dua dewan. Tapi kondisi jalan rusak ini sudah terjadi sejak empat periode pergantian dewan. Sama sekali tidak ada dorongan serius ke pemkot. Paling hanya dikasih urugan,” katanya.

Menurut Masduki, penanganan dengan cara diurug tidak bertahan lama dan justru memperparah kondisi. Sebab, saat hujan atau banjir, material urugan hanyut dan jalan kembali rusak, bahkan menjadi semakin licin.

Karena itu, ia meminta agar para anggota dewan tidak sekadar memberikan janji, melainkan benar-benar memperjuangkan perbaikan jalan tersebut.

“Kami maunya kepastian, bukan janji. Sampai sekarang belum ada realisasi sama sekali,” tegasnya.

Kekecewaan warga sempat memuncak pada 2025 lalu. Saat itu, masyarakat bahkan berencana melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk desakan agar pemerintah segera melakukan perbaikan.

Baca Juga:BBQ Home Service Laris Manis Okupansi Aston Cirebon Hotel Tembus 92 Persen di Momen Natal dan Tahun Baru

Warga berharap perbaikan dilakukan dengan pengecoran, meski tipis, pada titik-titik jalan yang rusak.

“Dicor tipis-tipisan juga tidak apa-apa. Jangan diuruk lagi. Kalau dicor, insyaallah aman dan tidak berlubang,” ujar Masduki.

Sementara itu, Lurah Argasunya, Mardiansyah, mengakui kondisi jalan tersebut sudah lama rusak. Bahkan, sejak dirinya menjabat sebagai lurah, jalan tersebut belum pernah mendapat perbaikan menyeluruh.

0 Komentar