MANCHESTER – Manchester United kembali memasuki masa transisi. Usai memutus kerja sama dengan Ruben Amorim pada Selasa (6/1) lalu, manajemen Setan Merah bergerak cepat untuk menunjuk pelatih sementara yang akan menangani tim hingga musim berakhir. Menariknya, kandidat yang dipertimbangkan berasal dari sosok-sosok lama yang sudah sangat akrab dengan atmosfer Old Trafford.
Mengutip laporan Manchester Evening News, Ole Gunnar Solskjaer menjadi nama terdepan yang diproyeksikan kembali mengisi posisi pelatih interim. Selain itu, United juga telah melakukan komunikasi dengan Michael Carrick serta Ruud van Nistelrooy. Ketiganya merupakan mantan pemain Manchester United yang pernah mendapat kesempatan menukangi tim utama.
Jumlah kandidat tersebut bertambah dengan masuknya Darren Fletcher. Pria asal Skotlandia berusia 41 tahun itu dipercaya memimpin United sebagai pelatih kepala sementara, saat menghadapi Burnley di Turf Moor, dini hari tadi WIB. Fletcher juga dikabarkan telah berdiskusi dengan manajemen terkait kemungkinan melanjutkan peran tersebut hingga akhir musim.
Baca Juga:Jadi Korban Pembobolan, Pemilik Ruko di Jatibarang Klaim Tidak Alami KerugianKasat Intelkam dan Sejumlah Kapolsek Jajaran Polres Indramayu Bergeser, Ini Selengkapnya!
Pemecatan Ruben Amorim membuat United harus segera menunjuk pelatih sementara sembari menyiapkan pencarian manajer permanen. Fletcher menyatakan bahwa pembahasan mengenai masa depannya akan dilanjutkan setelah laga melawan Burnley. Meski demikian, pihak klub tetap menjalin komunikasi dengan Solskjaer, Carrick, dan Van Nistelrooy sebagai opsi utama.
Di antara keempat nama tersebut, Solskjaer dinilai sebagai kandidat paling siap. Pelatih asal Norwegia itu secara terbuka menyatakan kesediaannya untuk kembali ke Old Trafford, tempat yang membesarkan namanya baik sebagai pemain maupun pelatih.
Solskjaer sebelumnya dipercaya sebagai manajer interim pada November 2018 untuk menggantikan Jose Mourinho, sebelum akhirnya diangkat menjadi manajer permanen. Meski perjalanannya tidak sepenuhnya mulus, ia mampu membawa United finis di peringkat ketiga dan kedua Liga Inggris dalam dua musim penuh.
Penurunan performa pada musim ketiganya memang berujung pada pemecatan setelah kekalahan 1-4 dari Watford pada November 2021. Namun, catatan kepelatihannya tetap dianggap cukup solid. Dari total 168 pertandingan, Solskjaer mencatatkan persentase kemenangan sebesar 54 persen, jauh melampaui rekor Amorim yang hanya mencapai 38 persen.
Michael Carrick juga memiliki pengalaman serupa. Mantan gelandang United itu merupakan bagian dari staf pelatih Solskjaer dan sempat mengambil alih tim setelah sang manajer diberhentikan. Dalam tiga pertandingan, Carrick berhasil meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang sebelum meninggalkan klub menyusul penunjukan Ralf Rangnick.
