RADARCIREBON.ID–Konsistensi Sekolah Luar Biasa (SLB) Taruna Mandiri bersama Yayasan Taruna Mandiri dalam mengabdikan diri pada pendidikan penyandang disabilitas kembali menuai apresiasi tinggi.
Selama belasan tahun, lembaga yang berlokasi di Kecamatan Cilimus ini teguh menyelenggarakan pendidikan vokasi secara gratis, menjadikannya salah satu pilar penting pendidikan inklusif di Kuningan.
Memasuki usia ke-18 tahun untuk SLB dan 31 tahun untuk yayasan, kontribusi Taruna Mandiri dinilai tak sekadar mencetak lulusan, tetapi menghadirkan harapan dan kemandirian bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Baca Juga:Ratusan Pejabat Eselon III Kuningan Dirotasi, Mayoritas Kabag Setda BergantiICMI Kuningan Jenguk Ara, Bocah 4 Tahun yang Berjuang Melawan Penyakit Saraf Serius
Hal itu disampaikan langsung Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar saat menghadiri perayaan Dies Natalis SLB Taruna Mandiri, Kamis (8/1).
Di hadapan guru, siswa, dan jajaran pengurus yayasan, Bupati Dian menyebut perjalanan panjang Taruna Mandiri sebagai bukti nyata pengabdian luar biasa di bidang kemanusiaan dan pendidikan.
“Ini sangat luar biasa. Mungkin masih banyak keterbatasan yang belum bisa kita berikan untuk nusa dan bangsa. Namun kehadiran sosok seperti Dr Elon Carlan dan Ibu Kokoy Kurnaeti telah menjawab tantangan itu. Mereka menghadirkan sumbangsih nyata, menjadi oase bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Secara khusus, Dian mengapresiasi komitmen SLB Taruna Mandiri yang selama belasan tahun konsisten memberikan pendidikan vokasional gratis bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, konsep pendidikan yang diterapkan sangat relevan dengan kebutuhan masa depan, yakni mencetak lulusan yang mandiri dan siap terjun ke dunia kerja.
“Anak-anak istimewa ini tidak hanya dididik secara akademis, tetapi juga dibekali keterampilan hidup atau life skill. Ada jurusan tata graha yang sudah bekerja sama dengan hotel-hotel, keterampilan membatik, hingga elektronika. Intinya, mereka diajarkan untuk hidup mandiri, berdaya, dan tidak bergantung pada orang lain,” kata Dian.
Sementara itu, Pendiri Yayasan Taruna Mandiri, Dr Elon Carlan, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang lembaga yang ia rintis bersama tim. Ia menegaskan bahwa di tengah segala keterbatasan, SLB Taruna Mandiri mampu membuktikan diri sebagai lembaga yang kompetitif dan prestatif.
“Kami berusaha membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah batasan untuk berkarya dan berprestasi. Anak-anak disabilitas juga memiliki potensi besar jika diberi kesempatan dan pendampingan yang tepat,” ungkapnya.
