RADARCIREBON.ID – Belum lama ini Presiden Prabowo Subianto meresmikan kilang minyak baru yang dimiliki Indonesia. Kilang minyak itu berada di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Banyak yang terharu dalam peresmian kilang itu. Padahal bangunan itu dulunya nyaris mangkrak. Namun di tangan Prabowo itu kini bisa dihidupkan kembali.
Salah satu yang terharu dengan peresmian itu adalah Naniek Sudaryati Deyang. Dia adalah orang dekat Presiden Prabowo. Sekarang dia menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
“Terharu pakai banget, setelah 32 tahun tidak pernah ada refinery atau kilang yang diresmikan oleh seorang presiden di Indonesia,” tulis perempuan yang akrab disapa Deyang itu.
Melalui media sosial miliknya, perempuan asal Madiun itu menyebutkan jika kilang terakhir yang dimiliki Indonesia adalah di Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kilang itu selesai dibangun tahun 1994 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto.
Dia mengungkapkan, jika setelah pembangunan kilang Balongan itu, Indonesia seperti masuk dalam era kegelapan di dunia minyak bumi alias BBM. Sebab, setiap kali akan membangun kilang selalu dihalang-halangi.
“Atau dibuat dengan berbagai cara agar kilang mingak tidak terbangun di Indonesia. Tujuannya? Agar Indonesia tergantung pada impor,” ungkap sosok yang mengaku sebagai mantan wartawan itu.
Siapa yang selalu menghalang-halangi pembangunan kilang minyak baru? Deyang menyebut yang melakukan tak lain adalah para mafia minyak.
Kilang RDMP Balikpapan yang diresmikan pada 12 Januari 2026 oleh Presiden Prabowo itu, jelas Deyang, investasinya mencapai 123 triliun. Tidak gampang membangun kilang tersebut.
“Ini penuh drama. Dan hampir menjadi barang mangkrak, bila tidak dilakukan operasi besar-besaran melawan mafia oleh Presiden Prabowo,” ungkap penggiat media sosial ini.
Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta
Diuraikan Deyang, RDMP Balikpapan tadinya adalah kilang tua peninggalan Belanda. Karena ngebet ingin memilik kilang, pada zaman Presiden Joko Widodo, ingin membangun kilang di bekas kilang tua bekas Belanda tersebut.
Lalu, lanjut Deyang, dimulailah pembersihan lahan pada tahun 2016. Kemudian kilang itu rencananya mulai dibangun 2019. Namun karena covid, pembangunan baru dimulai lagi tahun 2021.
