Inilah 7 Prediksi Elon Musk tentang Nasib Manusia di Era AI, Uang dan Gelar Sarjana bisa Tak Berguna

China Akan Jual Aplikasi TikTok Ke Elon Musk Apa Yang Terjadi ??
China Akan Jual Aplikasi TikTok Ke Elon Musk Apa Yang Terjadi ??
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Di awal tahun 2026 Elon Musk membuat prediksi tentang nasib umat manusia di era Artificial Intelligence (AI). Setidaknya ada 7 hal yang dia soroti. Di antaranya soal uang dan gelar sarjana.

Menurutnya, AI akan sangat eksponensial dan melampaui belajar umat manusia. Kualifikasi, uang dan pengalaman dengan mudah akan kehilangan nilainya di era AI tersebut.

Elon Musk mengungkap nasib umat manusia di era AI tersebut ketika berbincang hampir tiga jam dengan Dr Peter Diamandis. Setidaknya ada 7 prediksi yang mengejutkan dari orang terkaya di dunia tentang masa depan umat manusia.

Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon

Seperti diketahui, Elon Reeve Musk FRS atau yang lebih akrab Elon Musk merupakan seorang pebisnis Amerika Serikat. Dia merupakan pendiri SpaceX, Tesla, The Boring Company, Neuralink, dan OpenAI. Dia juga menjadi orang terkaya di dunia versi Bloomberg Biilionaires Index dan Forbes.

Sementara Dr Peter Diamandis merupakan insinyur, dokter, wirausahawan, dan futuris ternama. Dia sangat aktif dan dikenal sebagai pendiri XPRIZE Foundation, salah satu pendiri Singularity University. Juga seorang penulis buku laris seperti Abundance, dan pelopor dalam inovasi teknologi, antariksa, serta perpanjangan hidup (longevity).

Selama sekitar 3 jam, Elon Musk dan Diamandis membahas tentang AI atau kecerdasan buatan. Menurut mereka, AI merupakan teknologi yang memungkinkan mesin atau sistem komputer meniru kemampuan kognitif manusia. Busa belajar, bernalar, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan.

Dan inilah setidaknya 7 hal tentang nasib umat manusia di era AI menurut Elon Musk, seperti yang dikutip oleh media terkemuka di Vietnam:

1/ Menurut Elon Musk, sekitar tahun 2030, keterampilan manusia yang diasah selama 10 tahun bisa jadi lebih rendah daripada keterampilan AI yang dipelajari hanya dalam beberapa detik.

2/ Gelar universitas, yang dulunya dianggap sebagai “tiket emas” menuju karier yang sukses, kehilangan nilainya. Sebab, AI dapat mengakses dan mensintesis seluruh pengetahuan manusia hampir secara instan.

3/ Bukan hanya kualifikasi, tetapi juga pengalaman selama 20-30 tahun bisa terkikis karena mesin AI dapat menyalin, berbagi, dan mengoptimalkan pengalaman dalam skala global.

0 Komentar