RADARCIREBON.ID – Dunia penerbangan nasional kembali didera kabar buruk. Pesawat ATR42-500 hilang kontak. Padahal pesawat itu sudah diizinkan untuk mendarat.
Bahkan, pesawat yang hilang kontak itu sudah dalam status darurat. Membutuhkan pertolongan yang amat segera.
Hal itu diungkapkan oleh pengamat penerbangan, Alvin Lie. “Berita duka penerbangan nasional,” tulis Alvin di media sosial Facebook.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Menurutnya, hari ini, Sabtu 17 Januari 2026, pesawat ATR42-500 dinyatakan hilang. Padahal pesawat registrasi PK-THT, sudah diizinkan mendarat di Makassar.
Diungkapkannya, pesawat yang dikabarkan naas itu melakukan penerbangan dari Jogjakarta menuju Makassar, Sulawesi Selatan.
Mantan anggota DPR-RI ini menyebut jika status pesawat ATR itu saat sudah DETRESFA. “Mari kita doakan agar seluruh awak dan penumpang selamat,” ungkap Alvin.
Alvin menjelaskan DETRESFA adalah kependekan dari Distress Phase. Merupakan fase darurat penerbangan level tertinggi.
Level ini, tegasnya, menunjukkan ada ancaman serius dan segera terhadap pesawat, awak dan para penumpangnya. Di fase ini memerlukan bantuan darurat segera untuk penyelamatan.
DETRSFA, tandas dia, merupakan tingkat tertinggi dari tiga fase darurat penerbangan. Fase ini telah INCERFA atau Uncertainty Phase dan ALERFA atau Alert Phase.
Karenanya, ujar Alvin, status itu menunjukkan bahwa situasinya sudah sangat parah. Bukan hanya itu. Tapi sudah membutuhkan bantuan darurat yang tidak bisa ditunda lagi.
Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta
Pesawat yang dilaporkan hilang itu mengangkut 11 personel. Terdiri dari 8 awak dan ada 3 penumpang. Posisi terakhir pesawat setelah hilang kontak adalah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Lokasi dinyatakan hilang tersebut merupakan pegunungan. Sehingga pihak yang berwenang telah menuju ke lokasi di mana pesawat itu hilang kontak pada sekitar pukul 13.00 Waktu Indonesia Tengah (WIT).
