RADARCIREBON.I D– Banjir yang melanda wilayah Pekalongan dan Jabodetabek berdampak serius terhadap operasional perjalanan kereta api di jalur utara Pulau Jawa.
Hingga Senin siang, 19, Januari 2026 tercatat sebanyak 78 perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan akibat genangan air yang mengganggu keselamatan lintasan.
Meski demikian, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan adanya perkembangan positif.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Tujuh perjalanan kereta api yang sebelumnya dialihkan melalui jalur selatan kini telah kembali melintas di jalur utara, dengan penerapan kecepatan terbatas saat mendekati sejumlah titik yang masih tergenang air.
Sebagai langkah antisipasi dan pelayanan kepada penumpang, KAI Daop 3 Cirebon menyiapkan 11 armada bus.
Termasuk dua unit minibus, untuk mengangkut ratusan penumpang dari sembilan kereta api tujuan Semarang serta Jakarta dan sekitarnya yang terhenti di Stasiun Cirebon.
Dari sembilan kereta api tersebut, KAI Daop 3 Cirebon melakukan pengalihan moda transportasi darat menuju stasiun-stasiun besar di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta.
Sebanyak delapan bus mengangkut sekitar 400 penumpang menuju Stasiun Brebes, Tegal, dan Pekalongan.
Sementara itu, 144 penumpang lainnya diangkut menggunakan tiga bus menuju sejumlah stasiun di wilayah Jakarta dan sekitarnya. (rdh)
