Purbaya Ungkap soal Isu Dana Pendidikan Digunakan untuk MBG, Deyang: Itu Tidak Benar 

dana pendidikan untuk mbg
Wakil Kepala MBG, Naniek Sudaryati Deyang, meluruskan informasi di media sosial beredar konten soal dana pendidikan digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Nanik S Deyang/Instagram
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Di media sosial beredar konten soal dana pendidikan digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu membuat Wakil Kepala MBG, Naniek Sudaryati Deyang, meluruskan informasi tersebut.

Bukan hanya itu, perempuan asli Madiun, Jawa Timur itu juga langsung menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. “Saya mau luruskan cerita dibenturkannya program MBG dengan isu pemotongan anggaran pendidikan,” tulis sosok yang akrab dipanggil Deyang ini.

Deyang tambah geram dengan konten yang membenturkan antara karyawan MBG dengan nasib guru honorer. Yang mendasari dipertentangkannya dunia pendidikan dengan program MBG, mencuatnya isu soal anggaran Rp 335 triliun program MBG itu dipotong dari angaran pendidikan.

Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon

“Bahkan ada yang lebih hoax lagi ada yang nyebut dipotongnya sampai Rp 345 triliun. Ada juga yang nyebut Rp400 triliun dana MBG dipotong dari dana pendidikan,” ungkapnya.

Karena penasaran dengan cerita di media sosial tersebut, Deyang pun pekan lalu menemui Menkeu Purbaya dan Sekjen Keuangan, Heru Pambudi.

Wakil Kelapa MBG ini mengklarifikasi berbagai cerita di media sosial. “Saya menanyakan langsung apakah dana program MBG itu dipotong dari dana pendidikan,” tanya Deyang ke Purbaya.

Menurut Deyang, Menkeu Purbaya mengatakan konten itu tidak benar. “Tidak hanya dari anggaran pendidikan, dana itu diambil dari mana-mana, semua kementerian kita potong. Saya di sini juga kena potong,” tegas Purbaya yang ditirukan Deyang.

Purbaya, menurut Deyang menjelaskan jika anggaran untuk MBG juga berasal dari dana “pampasan” para koruptor. “Pokoknya dari mana-mana deh,” tegasnya.

Akibat berita yang liar itu, ujar wartawan senior ini maka dibenturkannyalah karyawan MBG, termasuk sopir dan tukang cuci ompreng dengan guru honorer. “Mengapa sopir MBG gajinya 3 juta dan guru honorer 300 ribu,” ujar Deyang menirukan konten tersebut.

Dijelaskannya, soal gaji sopir MBG bergaji Rp 3 juta ini juga bohong. Karena gaji sopir MBG harian. Nominalnya dari Rp80 ribu sampai Roo100 ribu per hari.

Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta

“Kalau gak masuk ya gak dibayar. Jadi maksimal kalau masuk terus gajinya Rp 1,9-2,4 juta. Kalau gak masuk atau ada tanggal merah banyak, berarti dapatnya di bawah itu,” jelasnya.

0 Komentar