Bupati dan Kapolres Kuningan Bongkar Fakta Debit Air Telaga Nilem dan Cipujangga, Data Rapat Tak Sesuai Lapang

Bupati Kuningan
UKUR DEBIT: Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi bersama Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar SIK MSi mengukur debit air Telaga Nilem di Desa Kaduela dan Mata Air Cipujangga di Desa Padabeunghar, Selasa (19/1/2026). Foto: Agus panther/radar cirebon
0 Komentar

Pernyataan ini menjadi krusial, mengingat sumber air tersebut berada di wilayah Kuningan, namun manfaat terbesarnya justru mengalir keluar daerah.

Persoalan lain yang tak kalah penting adalah status perizinan. Bupati menegaskan bahwa PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan telah mengantongi izin lengkap, sedangkan pihak lain yang memanfaatkan air masih berada dalam proses perizinan.

Fakta ini, menurutnya, menjadi salah satu titik paling alot dalam pembahasan rapat sebelumnya.

Baca Juga:Buana De Vito Resmi Pimpin PELTI Kuningan, Target Prestasi MelesatEra Baru Kepemimpinan Uniku: Rektor Anna Pimpin HKN, Fokus Mutu dan Inovasi

“Ini perlu diluruskan. PAM Kabupaten Kuningan izinnya lengkap. Sementara yang lain masih berproses. Ini fakta yang harus menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Menghadapi persoalan yang melibatkan lintas daerah dan lintas kewenangan, Pemkab Kuningan memastikan tidak akan berhenti di tingkat lokal.

Pemerintah daerah akan mengirim surat resmi ke kementerian terkait untuk menjelaskan kondisi tata kelola air yang terjadi di lapangan.

Selain itu, Bupati Dian juga akan menghadiri rapat lintas sektoral tingkat provinsi atas undangan Gubernur Jawa Barat, yang melibatkan berbagai instansi, termasuk kementerian.

“Kita dorong penyelesaian di level yang memiliki kewenangan. Karena ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh daerah,” katanya.

Bupati Dian tak menutup mata bahwa persoalan ini telah berlangsung bertahun-tahun. Ia meminta masyarakat bersabar, sembari menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam.

“Ini bukan persoalan sederhana. Banyak aturan yang tumpang tindih, kewenangan yang saling bersinggungan. Tapi kami akan terus mengurai satu per satu,” ujarnya.

Baca Juga:Prediksi Inter Milan vs Arsenal, 21 Januari 2026Ratusan Rumah di Desa Bangkaloa Ilir Indramayu Masih Terendam Banjir, Warga Memilih Bertahan

Ia menambahkan, tata kelola air tidak hanya soal kepentingan daerah, tetapi juga menyangkut kebijakan nasional yang harus diselaraskan dengan kondisi faktual di lapangan.

Di Telaga Nilem dan Cipujangga, angka-angka kini diuji oleh kenyataan. Dan bagi Kuningan, pertaruhan utamanya bukan sekadar soal debit air, melainkan keadilan pengelolaan sumber daya alam di tanah sendiri. (ags)

0 Komentar