4. YB Mangunwijaya
Namanya lebih dikenal dengan Romo Mangun. Dia seorang penulis, aktivis sosial dan arsitek lulusan Jerman.
Dengan titel lulusan Jerman, dia bisa dengan gampang meraup uang sebanyak-banyaknya. Akan tetapi dia memilih berkarya di bantaran Kali Code, Jogjakarta bersama kelompok marginal.
Kali Code merupakan sungai legendaris. Kali ini terkenal karena sejarahnya sebagai pemukiman kumuh yang diubah menjadi kampung wisata berwarna-warni. Yang mengubah adalah Romo Mangun
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Kali ini sekarang ini menjadi ikon kota, sumber air, dan jalur lahar dingin Gunung Merapi. Juga menjadi contoh penataan kawasan sungai dengan sentuhan seni dan partisipasi masyarakat.
Oleh karena jasa-jasanya, Romo Mangun memperoleh penghargaan Aga Khan untuk Arsitektur atau Aga Khan Award for Architecture. Merupakan penghargaan arsitektural yang digagas oleh Aga Khan IV pada tahun 1977.
5. Nurhayati
Nurhayati, namanya sudah tidak asing di kalangan penggiat sepeda. Ketika masih menjadi atlet, sempat menyabet gelar ‘Ratu SEA Games’ tahun 1997. Karena dia menyumbang lima medali emas, terbanyak di antara atlet Indonesia.
Bukan hanya itu. Ratu sepeda Indonesia ini, juga menyapu bersih 5 mendali emas cabang olahraga sepeda ketika itu.
Ketika dia sudah menginjak kepala 5, dia gowes dari Jakarta menuju Lombok untuk menggalang dana dengan sepeda dari Polygon. Dia juga peduli dengan gerakan literasi dengan mengirim 5 unit sepeda kepada salah satu rumah belajar.
“Sudah banyak orang yang berprestasi di luar negeri, baik dalam bidang seni, kesehatan maupun olahraga. Jika mereka bisa, seharusnya kita juga bisa untuk Indonesia Bisa,” ungkap Alwijo.
