Burung Unik dengan Harga Fantastis! Yuk, Simak Ulasannya!

Burung Murai Batu
Burung Murai Batu
0 Komentar

Ketersediaan dan Habitat

Murai yang semakin langka di alam liar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Selain itu, sulitnya proses penangkaran juga menjadi penyebab mahalnya harga Murai Batu.

Kasus Murai Batu “Ohara” yang ditawar hingga 3 miliar rupiah diduga kuat dipengaruhi oleh kombinasi faktor-faktor tersebut.

Seperti yang diulas di kanal YouTube Prio Excellent, selain keunikan burung, ada beberapa aspek pendukung lain yang perlu diperhatikan, yaitu:

Baca Juga:Tim Basket SMP Islam Al Azhar 5 Cirebon Raih Prestasi di Turnamen 3×3 Kota CirebonPrediksi Juventus vs Benfica, Liga Champions 22 Januari 2026, Pertaruhan Peran Mourinho

  1. Memahami karakter atau jati diri burung
  2. Mengetahui pola perawatan yang tepat
  3. Mendalami pengaturan (setting) burung
  4. Melakukan pemasteran secara konsisten

Pemasteran sendiri dapat dilakukan dengan dua metode, yakni secara alami dan menggunakan audio. Berikut penjelasannya:

Pemasteran Alami

Metode ini dilakukan dengan mendekatkan Murai Batu pada burung-burung kecil lain, seperti Jalilin atau Cucak Jenggot.

Namun, jenis burung masteran sebaiknya diganti setiap sesi latihan. Contohnya, hari ini menggunakan Jalilin dan Cucak Jenggot, lalu keesokan harinya diganti dengan jenis burung lain.

Pemasteran Audio

Jika menggunakan suara rekaman, pemilihan audio harus benar-benar selektif dan diputar secara bergantian.

Cara ini menuntut kesabaran lebih karena tidak ada interaksi langsung dengan burung master, sehingga proses penyerapan suara cenderung lebih lama.

Prinsipnya hampir sama dengan pemasteran alami, misalnya hari ini hanya memutar suara Cucak Jenggot, lalu esok harinya diganti dengan suara Jalilin. (*)

0 Komentar