Dari keseluruhan angka tersebut, kategori kerusakan berat menjadi sorotan karena menggambarkan skala kehancuran yang paling signifikan, termasuk rumah yang rusak total atau tidak lagi layak huni. Berikut rincian data validasi rumah terdampak: rusak berat 36.609 unit, rusak sedang 22.020 unit, dan rusak ringan 37.552 unit. Sementara kategori tidak rusak 8.441 unit.
Kondisi ini sekaligus menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya menyangkut pemulihan layanan dasar dan relokasi sementara, tetapi juga membutuhkan rencana jangka menengah untuk membangun kembali permukiman, akses jalan, serta fasilitas publik yang hilang atau rusak akibat terjangan banjir bandang. (dsw)
