Sepanjang 2025, Layanan 112 Siaga Katon Tangani 42 Kejadian Darurat di Cirebon

Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto SH MH
RESPONSIF: Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto SH MH menjelaskan soal layanan 112 Siaga Katon selama 2025, kemarin. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Layanan darurat 112 Siaga Katon milik Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025.

Sebanyak 42 kejadian darurat dilaporkan masyarakat dan seluruhnya diklaim berhasil ditangani melalui sistem layanan terpadu tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto SH MH mengatakan, keberhasilan penanganan laporan tidak lepas dari koordinasi lintas perangkat daerah yang semakin solid dan responsif.

Baca Juga:STMIK IKMI Cirebon Perkuat Digitalisasi SDM lewat Instructor Mini Conference CiscoPetugas Harus Paham Haji Tamattu, Kemenhaj Tekankan Wajib Kuasai Dam, Miqat, dan Sektor Hotel Makkah

“Sepanjang 2025, seluruh laporan yang masuk melalui 112 Siaga Katon dapat ditindaklanjuti hingga tertangani. Ini merupakan hasil kerja bersama lintas sektor,” ujarnya.

Sebagai layanan unggulan Pemkab Cirebon, 112 Siaga Katon berfungsi sebagai pusat penerimaan laporan darurat sekaligus command center yang menghubungkan masyarakat dengan instansi teknis sesuai jenis kejadian.

Setelah laporan diterima, sistem secara otomatis meneruskan informasi ke perangkat daerah terkait untuk penanganan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, penanganan darurat melibatkan berbagai instansi, antara lain Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta perangkat daerah lainnya sesuai karakter peristiwa.

“Pola kerja lintas sektor ini memungkinkan respons lebih cepat sekaligus meminimalkan risiko bagi masyarakat,” kata Bambang.

Berdasarkan data Diskominfo, evakuasi hewan dan hama menjadi jenis laporan terbanyak sepanjang 2025, yakni 17 kejadian.

Penanganan meliputi evakuasi sarang tawon, ular berbisa, hingga hewan buas seperti biawak yang berpotensi membahayakan warga.

Baca Juga:Surat Gubernur KDM Turun, DPRD Cirebon Stop Sementara Aktivitas Galian dan Perumahan Lindungi Pekerja, DPRD Cirebon Ingatkan Pengusaha soal Penerapan UMK-UMSK 2026 

Sementara itu, kejadian kebakaran tercatat sebanyak 10 kasus, meliputi kebakaran rumah warga, lahan, pasar, serta gangguan pada gardu dan KWH meter listrik.

Seluruh kejadian tersebut ditangani bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan instansi pendukung lainnya.

Selain itu, layanan 112 Siaga Katon juga menangani 9 kejadian kebencanaan dan lingkungan, seperti banjir bandang, pembersihan pascabanjir, serta penanganan pohon tumbang.

Bambang menyebutkan, peningkatan laporan kebencanaan umumnya terjadi pada musim hujan, terutama periode November hingga Desember 2025.

Adapun kejadian teknis dan sosial lainnya tercatat sebanyak 6 kejadian, di antaranya kebocoran gas, kecelakaan lalu lintas, gangguan penerangan jalan umum (PJU), cincin macet, hingga penanganan orang terlantar.

Kedepan, Bambang menegaskan, Pemkab Cirebon akan terus memperkuat kapasitas layanan 112 Siaga Katon, baik dari sisi sumber daya manusia, sistem, maupun koordinasi antarinstansi.

0 Komentar