INDRAMAYU – Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Indramayu sejak sepekan terakhir, tidak hanya menyebabkan genangan di sejumlah permukiman warga. Tapi juga berdampak serius terhadap sektor pertanian.
Ya, ratusan hektare lahan persawahan milik petani dilaporkan terendam banjir. Bahkan sebagian di antaranya terancam gagal tanam dan harus dilakukan penanaman ulang.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, H Sutatang mengungkapkan, luasan sawah yang terdampak banjir diperkirakan mencapai lebih dari 200 hektare. Genangan tersebut hampir merata di seluruh wilayah Indramayu, yang terdiri dari 31 kecamatan. Terutama di area persawahan yang berada dekat dengan saluran sekunder.
Baca Juga:Hasil Juventus vs Benfica: Juventus Kunci 3 Poin, Mourinho Tak Bisa Berbuat BanyakRaup Jutaan Rupiah per Hari dari Ternak Ayam Petelur, Carnita Jadi Inspirasi Warga Desa
“Kurang lebih ada lebih dari 200 hektare sawah yang terdampak. Hampir merata di 31 kecamatan. Di beberapa titik tertentu, terutama yang dekat dengan saluran sekunder, air meluap hingga masuk dan menggenangi sawah petani,” ujar Sutatang, Jumat (23/1).
Ia menjelaskan, sebagian besar sawah yang terendam merupakan lahan yang masih berada pada tahap persemaian atau baru saja ditanami padi. Kondisi tersebut sangat rawan, karena tanaman padi yang terendam air dalam waktu lama berpotensi mengalami kerusakan serius.
“Mayoritas yang terdampak itu sawah yang masih persemaian dan siap tanam. Kalau tanaman padi terendam lebih dari tiga hari, biasanya tanaman akan rusak, bahkan mati. Baik yang sudah ditanam maupun yang masih di persemaian, petani terpaksa harus melakukan tanam ulang atau semai ulang,” jelasnya.
Situasi ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi petani. Mengingat, proses tanam ulang membutuhkan tambahan biaya, tenaga, dan waktu. Apalagi, cuaca yang belum menentu berpotensi memperpanjang genangan air di sejumlah wilayah persawahan.
Untuk meminimalkan dampak banjir, Sutatang mengimbau para petani agar lebih memperhatikan kondisi saluran air di sekitar lahan pertanian. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan saluran irigasi agar aliran air tetap lancar dan tidak tersumbat oleh sampah atau sedimen.
“Kami terus mengingatkan petani untuk bersama-sama secara rutin membersihkan saluran irigasi, terutama sebelum masa tanam. Tujuannya agar tidak ada sumbatan yang menghambat aliran air. Sehingga saat curah hujan tinggi, air bisa cepat mengalir dan tidak lama menggenangi sawah,” katanya.
